Ada banyak jenis layanan bahasa yang ditawarkan pada jasa penerjemah, mulai dari jasa penerjemah bahasa Inggris, penerjemahan dokumen hukum, penerjemahan jurnal, juru bahasa, hingga penerjemah takarir. Mungkin bagi sebagian orang, istilah takarir masih terdengar sangat asing. Umumnya, penerjemahan takarir lebih dikenal dengan sebutan subtitle. Penerjemahan takarir atau subtitle adalah terjemahan audiovisual yang memiliki spesifikasi, kriteria, dan aturan tersendiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia takarir mempunyai dua makna, yakni catatan yang dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat; dan terjemahan dialog pada film yang biasanya berada pada bagian bawah tayangan atau tampilan. Sementara dalam arti yang kedua, takarir yakni terjemahan dialog pada film yang biasanya berada pada bagian bawah tayangan atau tampilan

Membuat takarir atau subtitle tidalah semudah menerjemahkan adegan dan dialog aktor dari bahasa asal ke bahasa tujuan. Lebih dari itu, penerjemahan takarir membutuhkan keterampilan khusus, pengetahuan, kejelian, dan kepekaan dalam mengadaptasi roh yang dibangun di dalam film ke dalam teks terjemahan takarir. Untuk memproduksi takarir, penerjemah tidak hanya sekadar mengalihbahasakan naskah secara langsung dan menempatkannya di bagian bawah layar. Penerjemah harus memahami betul batasan waktu dan tempat, jumlah karakter per baris, hingga kecepatan membaca penonton. Agar produk terjemahan ini secara proporsional dapat dinikmati sebagai bagian dari film atau video secara keseluruhan. Maka dari itu, kami rasa tidak berlebihan untuk menyebut penerjemah takarir adalah seorang seniman karena mereka bekerja dengan membangun sebuah seni dalam tulisan untuk membantu film menjangkau audiens global.

Yang perlu diperhatikan dalam menerjemahkan takarir ini, penerjemah harus mampu menyampaikan emosi maupun ekspresi humor dari teks asli ke dalam bahasa sasaran. Pengalaman penonton yang menonton video/film menggunakan subtitle harus sama bagusnya dengan mereka yang menonton tanpa subtitle. Disinilah penerjemah takarir harus bekerja dengan sempurna.

Proses Penerjemahan Takarir

Salah satu aspek terpenting dalam film yang menjadi bagian tersulit dalam proses penerjemahan takarir adalah menerjemahkan emosi. Penerjemah dituntut harus ammpu mengekspresikan emosi yang sama dari dialog berbahasa asli yang dituturkan para aktor. Disini, penerjemah harus cermat dalam memilih padanan kata yang tepat, mampu mengadaptasi ritme audiovisual agar penonton dapat membaca serta memahami subtitle sambil menikmati film. Serta pemahaman akan ruang dan waktu yang tersedia dalam film tersebut.

Jika penerjemah gagal membawa emosi adegan dan dialog film ke dalam takarir, ekspresi emosi yang dibawa melalui adegan dan dialog yang telah diterjemahkan dapat terasa hambar. Dampaknya penonton kesulitan memahami potongan adegan maupun dialog tertentu.

Berikut, beberapa hal penting yang perlu dipahami dalam proses penerjemahan takarir;

Batasan waktu dan tempat

Umumnya, takarir ditempatkan di bagian tengah bawah layar. Ruang takarir pun dibatasi hanya dua baris subjudul. Setiap baris subjudul maksimal berjumlah 35 karakter (atau tergantung panduan selingkung), termasuk simbol dan spasi. Sehingga, dua baris teks takarir dalam bingkai film/video lumrahnya adalah 70.

Selain terdapat batasan tempat, takarir juga memiliki batasan waktu. Minimal, takarir ditayangkan selama satu detik dan maksimal takarir ditampilkan di layar selama enam detik. Kendati demikian, parameter waktu dan tempat tersebut tidaklah baku, sehingga selalu ada kemungkinan penyesuaian dengan kebutuhan tiap-tiap film dan video.

Memahami Kecepatan Membaca Penonton

Jumlah karakter teks dan durasi tayang takarir juga sangat bergantung pada kecepatan membaca rata-rata penonton. Rata-rata kecepatan membaca penonton film/video adalah empat detik per dua baris takarir yang berisi 70 karakter atau sekitar 12 kata. Meskipun setiap orang memiliki kecepatan membaca dan menelaah teks yang berbeda.

Hal itu berkaitan erat dengan teknik penerjemahan takarir yang disebut spotting, yakni waktu muncul dan hilangnya teks atau takarir dalam layar.

Perubahan adegan

Tak kalah penting, saat menerjemahkan takarir; hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan adegan maupun pergantian arah kamera yang dapat menyebabkan penonton membaca ulang takarir. Tentu saja, ini membutuhkan pengalaman dan keterampilan.

Ya, dari beberapa hal penting yang disebutkan di atas kita dapat memahami bahwa proses menerjemahkan takarir tidak hanya mengalihkan bahasa satu ke bahasa lainnya. Tidak hanya merubah audio menjadi teks sederhana. Ada beberapa proses penting yang tidak boleh terlewatkan agar emosi atau pesan yang dibawa dalam film dapat tersampaikan melalui teks dalam takarir. Yang terpenting, penonton tidak merasa kecewa dengan takarir dalam film tersebut. Maka, seniman tidak hanya bekerja dalam dunia seni, layanan bahasa seperti jasa penerjemah ini juga membutuhkan pengetahuan dan seni yang kuat. Bagaimana tidak, bukankah terjemahan adalah seni dalam menulis ulang dalam bahasa yang berbeda?

Tentu saja Anda dapat melihat contoh lain bagaimana penerjemah bekerja bak seorang seniman. Untuk itu, Anda tidak bisa salah pilih dalam menentukan jasa penerjemah untuk proyek Anda. Pilihlah Brainy Translation yang siap membantu dan menghadirkan terjemahan sempurna bersama para penerjemah profesional. Baik itu menerjemahkan dokumen hukum, dokumen kesehatan, subtitle, maupun juru bahasa.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca, Brainy.