Sejarah Islam di Tiongkok merupakan kisah pertukaran budaya, perdagangan, dan hidup berdampingan selama lebih dari 1.000 tahun. Masuknya Islam ke Tiongkok merupakan perjalanan yang meninggalkan jejak sejarah yang tak pernah terlupakan bagi masyarakat Tiongkok. Yang kemudian dengan itu islam dapat berkontribusi pada kekayaan warisan budaya Tiongkok.

Masuknya Islam ke Tiongkok

Kedatangan Islam di Tiongkok dimulai pada abad ke-7, yakni sekitar tahun 678 Masehi,  pada masa pemerintahan Dinasti Tang. Dan berikut adalah beberapa jalur masuknya islam ke negeri Tiongkok.

  • Melalui Pedagang Arab: Salah satu kontak paling awal antara Tiongkok dan dunia Islam adalah melalui pedagang Arab di sepanjang Jalur Sutra maritim. Para pedagang Arab mulai berdatangan ke pelabuhan-pelabuhan Tiongkok pada masa Dinasti Tang (618–907 M). Mereka membawa serta budaya Islam dan mungkin memperkenalkan Islam ke wilayah pesisir.
  • Misionaris dan Sufi: Misionaris Islam dan mistik sufi juga berperan dalam menyebarkan Islam di Tiongkok. Mereka melakukan perjalanan di sepanjang Jalur Sutra dan menetap di berbagai wilayah. Terlibat dalam dakwah dan upaya konversi agama di kalangan komunitas Tionghoa dan non-Tionghoa.
  • Penaklukan Asia Tengah: Dengan perluasan Kekaisaran Arab pada abad ke-7 dan ke-8. Islam menyebar ke Asia Tengah, yang memiliki hubungan budaya dan komersial yang erat dengan Tiongkok. Penaklukan Asia Tengah memfasilitasi transmisi gagasan dan praktik Islam ke wilayah Tiongkok.
  • Pengaruh Umayyah dan Abbasiyah: Selama periode Umayyah dan Abbasiyah. Para pedagang, cendekiawan, dan diplomat Muslim melakukan perjalanan ke Tiongkok, berkontribusi pada pertukaran budaya dan perdagangan. Dinasti Tang, khususnya, memiliki hubungan diplomatik dengan Kekhalifahan Abbasiyah, yang selanjutnya memfasilitasi interaksi antara masyarakat Tiongkok dan Muslim.
  • Era Mongol: Penaklukan Mongol atas Tiongkok pada abad ke-13 di bawah kepemimpinan Jenghis Khan dan penerusnya menyebabkan interaksi yang signifikan antara Muslim dan penduduk Tiongkok. Banyak tentara, administrator, dan pedagang Muslim bertugas di pemerintahan Mongol, yang selanjutnya mengintegrasikan Islam ke dalam masyarakat Tiongkok.

Tembok besar dan sejarah islam

Gread wall atau tembok besar merupakan bangunan ikonik di Tiongkok, . Tembok ini  dibangun oleh beberapa  dinasti Tiongkok. Seperti Dinasti Qin (221–206 SM) dan kemudian dibentengi pada masa Dinasti Ming (1368–1644 M), untuk melindungi Tiongkok dari invasi kelompok nomaden dari utara, seperti  bangsa Mongol dan Xiongnu.

Meskipun Tembok Besar sendiri tidak terlibat langsung dalam sejarah Islam. Namun wilayah di sekitarnya menjadi saksi  interaksi dan pertukaran yang signifikan antara peradaban Islam dan dinasti Tiongkok. Interaksi ini berkontribusi terhadap dinamika budaya, ekonomi, dan politik di wilayah sekitar Tembok Besar selama berabad-abad. Terutama pada masa ekspansi dunia Islam di bawah kekhalifahan Bani Umayyah dan Abbasiyah.

Seiring berjalannya waktu, Islam menjadi tertanam kuat di berbagai wilayah di Tiongkok, termasuk Xinjiang, Yunnan, dan Fujian, tempat komunitas Muslim berkembang pesat. Komunitas-komunitas ini mempertahankan identitas agama mereka sambil merangkul aspek budaya, bahasa, dan tradisi Tiongkok. Masjid dan lembaga Islam muncul sebagai pusat pembelajaran dan kohesi masyarakat, menumbuhkan saling pengertian dan menghormati antar kelompok agama dan etnis yang berbeda. Hasilnya, Islam secara bertahap dikenal dan diterima secara luas di masyarakat Tiongkok.

Dan begitulah sedikit sejarah bagaimana Islam bisa dikenal ke negeri Tiongkok. Bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak lagi fakta unik negeri Tiongkok, kami dengan senang hati mengundang anda untuk sejenak mengunjungi website resmi kami. Tak hanya fakta unik, kami Brainy Translation juga menyediakan jasa penerjemah Bahasa mandarin. Kami siap membantu anda menerjemahkan dokumen-dokumen anda, baik dari atau ke bahasa mandarin, yuk segera chat admin kami dan temukan harga terbaikmu.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca,Brainy!