Di era globalisasi seperti saat ini, permintaan akan jasa penerjemahan semakin tinggi, terutama dalam jasa penerjemah bahasa Inggris. Jarak dan bahasa bukan lagi hambatan untuk saling terhubung dengan seluruh masyarakat di dunia. Komunikasi lintas budaya dan lintas negara menjadi kian mudah dengan adanya penerjemahan. Itu mengapa, kemampuan menerjemahkan merupakan keterampilan yang juga penting dan harus dimiliki oleh mahasiswa jurusan bahasa Inggris. Keterampilan menerjemahkan kini sama pentingnya dengan keterampilan bahasa lain, seperti membaca (reading), menulis (writing), berbicara (speaking), dan mendengarkan (listening).

Tapi apakah untuk menjadi seorang penerjemah cukup dengan berbicara dalam dua bahasa? Dengan tegas kami jawab; TIDAK. Dua bahasa saja tidak cukup untuk melakukan tugas seorang penerjemah profesional. Untuk menjadi penerjemah profesional dan bergabung dalam jasa penerjemah, ada beberapa modal yang perlu dimiliki, sementara penguasaan dua bahasa hanyalah beberapa diantaranya.

Penguasaan bahasa asing menjadi syarat utama menjadi penerjemah. Penguasaan ini bukan hanya berupa kemampuan untuk menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari saja. Seorang penerjemah juga harus menguasai aturan tata bahasa dan konvensi yang ada. Ini penting karena untuk memahami arti sebuah teks, tidak cukup hanya dengan mengetahui arti kata dalam teks tersebut. Penerjemah yang tidak menguasai tata bahasa dan konvensi bahasa asing yang menjadi bahasa sumber, biasanya menghasilkan terjemahan yang keliru, karena tanpa sengaja menghilangkan makna tertentu pada teks sumber atau menambah makna baru pada teks terjemahannya.

Penting juga bagi penerjemah untuk memiliki pemahaman yang tinggi terhadap bahasa sasaran (atau umumnya bahasa Indonesia). Meskipun bahasa Indonesia adalah bahasa sehari-hari yang kita gunakan, tidak ada jaminan bahwa setiap dari kita memiliki pemahaman yang baik tentang penggunaan kata, aturan tanda baca, dan pemahaman menangkap makna dalam tulisan. Oleh sebab itu, pemahaman bahasa asing dan bahasa sasaran sama pentingnya sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang penerjemah.

Berikut beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang penerjemah profesional.

Kompetensi Penerjemahan

Kompetensi Bilingual

Kompetensi bilingual adalah pengetahuan yang diperlukan untuk berkomunikasi dalam dua bahasa. Karena terjemahan melibatkan dua bahasa yang berbeda dengan tipologi dan sistem yang berbeda, pengetahuan penerjemah tentang kedua bahasa memainkan peran penting dalam mengatasi masalah linguistik selama proses penerjemahan. Kompetensi ini berkaitan dengan penguasaan baik bahasa sumber maupun bahasa target.

Kompetensi extralinguistik

Kompetensi ini terutama berkaitan dengan pemahaman penerjemah tentang budaya kedua bahasa, pengetahuan domain tertentu dan pengetahuan ensiklopedik mereka. Memahami aspek budaya dari bahasa adalah penting bagi seorang penerjemah, karena teks diproduksi dalam konteks sosio-kultural tertentu. Kompetensi extralinguistik memungkinkan penerjemah untuk membuat interpretasi yang jelas tentang unsur-unsur atau konten tertentu dari teks bahasa sumber, sehingga penerjemah dapat menemukan kesetaraan istilah yang sesuai dalam dalam bahasa sasaran.


 Kompetensi Instrumental

Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan dalam menggunakan berbagai alat bantu penerjemahan (translation resources), seperti kamus atau sumber informasi lainnya, serta kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu proses penerjemahan. Perkembangan teknologi informasi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap praktek terjemahan. Contoh instrumen teknologi yang dapat digunakan oleh penerjemah adalah pemanfaatan sumber-sumber daring dan korpora elektronik. Kompetensi dalam menggunakan alat bantu penerjemahan akan membantu penerjemah bekerja lebih akurat.


Kompetensi Stratejik

Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah penerjemah selama proses penerjemahan. Kompetensi ini berfungsi untuk mengontrol proses penerjemahan. Dengan memiliki kompetensi ini, penerjemah akan mampu merencanakan proses dan melaksanakan praktik penerjemahan dengan tepat. Kompetensi stratejik juga membantu penerjemah dalam mengevaluasi proses dan hasil penerjemahan. Kompetensi ini juga berpengaruh dalam mengkoordinasikan Kompetensi lainnya agar penerjemah mampu menerjemahkan dengan kualitas yang lebih optimal.

Selain beberapa kompetensi utama yang disebutkan di atas, modal utama untuk menjadi penerjemah profesional adalah minat baca yang tinggi dan kemampuan menulis. Tak dapat dipungkiri bahwa membaca dan menulis merupakan modal utama yang perlu dikuasai oleh seorang penerjemah. Jasa penerjemah menerima banyak proyek berbeda yang memiliki keberagaman kata dan diminta untuk merangkainya kembali pada tulisan baru yang dapat dipahami maknanya. Oleh karena itu, agar jasa penerjemah dapat melakukannya dengan baik, para penerjemah harus rajin membaca dan berlatih menulis agar mendapatkan terjemahan yang sempurna.

Keterampilan membaca mencakup keterampilan untuk memahami teks secara keseluruhan, mengenali konteks, menangkap dengan baik makna yang tersurat maupun tersirat, mengenali gaya tulisan yang digunakan, dan sebagainya. Penerjemah yang tidak memiliki keterampilan membaca, meskipun sangat menguasai bahasa sumber, akan menghasilkan terjemahan yang maknanya secara kontekstual tidak tepat. Penerjemah seperti ini, biasanya terpaku pada setiap kata dan kalimat teks yang diterjemahkannya, sehingga tidak mampu memahami teks secara keseluruhan. Hasil terjemahan akan menjadi terbata-bata, sulit dipahami secara utuh.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Sementara, terjemahan berupa tulisan sehingga menuntut penerjemah untuk menguasai keterampilan menulis. Orang yang menguasai dua bahasa dan memiliki keterampilan membaca tapi tidak memiliki keterampilan menulis, akan menghasilkan terjemahan yang kaku dan literal. Hasil terjemahan biasanya mudah dikenali sebagai teks terjemahan. Meskipun secara tata bahasa tidak ada yang salah, namun terjemahan yang dihasilkan biasanya memiliki unsur-unsur bahasa asing yang kental. Sebaliknya, penerjemah yang memiliki keterampilan menulis, biasanya mampu menghasilkan terjemahan yang luwes dan mudah dibaca. Keluwesan ini sebenarnya tercipta dari kemampuan penerjemah memanfaatkan berbagai teknik penulisan di dalam terjemahannya.

Mengingat itu semua, penting bagi Anda untuk bijak dalam memilih jasa penerjemah. Meskipun industri penerjemahan sedang mengalami peningkatan dan memiliki banyak pilihan jasa penerjemah, kita harus memastikan bahwa proyek terjemahan jatuh pada penerjemah profesional yang memiliki kompetensi penerjemah di atas. Untuk itu, bergabunglah dengan Brainy Translation. Percayakan proyek terjemahan Anda pada jasa penerjemah kami untuk mendapatkan hasil terjemahan yang sempurna.

Salam baca, Brainy!