081-359-358-604 [email protected]

Dalam setiap proyek penerjemahan, hubungan erat antara bahasa dan budaya dapat dengan mudah kita lihat. Tak dapat dipungkiri bahwa banyaknya jumlah budaya di suatu masyarakat bisa menghambat proses penerjemahan dalam mencapai kualitas dan keakuratan teks terbaik. Inilah salah satu alasan mengapa pendekatan yang lebih bernuansa, aset penting yang perlu dilakukan oleh penerjemah. Terlebih untuk proyek pelokalan yang memiliki target pasar lokal dengan perbedaan budaya yang nyata.

Lantas, bagaimana nuansa yang dimaksud dalam hal ini? Bagaimana kaitannya dengan proyek pelokalan. Mari kita bahas terlebih dahulu apa itu nuansa dalam bahasa.

Apa Itu Nuansa dalam Bahasa?

Nuansa merupakan perbedaan tipis dalam makna antara kata, frasa dan ide. Makna-makna ini mungkin tampak sepele, tetapi bisa sangat berpengaruh dalam cara kita memahami apa yang disampaikan.

Nuansa dalam bahasa terdengar seperti sesuatu yang kompleks dan mutakhir, namun memang benar faktanya. Tanpa kita sadari, nuansa dalam bahasa ini sudah menjadi hal yang ‘natural’ dalam kehidupan kita. Kesadaran akan nuansa ini yaitu termasuk dalam kegiatan seperti pemilihan kata, nada (tone), dan pengertiannya. Ketiga kegiatan inti tersebut dapat membantu kita berusaha untuk memahami bahasa dan dalam kefasihan menulis. Setiap bahasa memiliki nuansanya sendiri yang memudahkan penutur asli untuk memahami maknanya. Tentu saja, bahasa Indonesia juga memiliki nuansa yang berbeda dengan bahasa Inggris. Salah satu hal yang memengaruhi perbedaan nuansa dalam bahasa selain budaya, adalah pola pikir masyarakatnya. Dan ini menjadi semakin kompleks.

Pengaruh Nuansa dalam Bahasa terhadap Penerjemahan

Jika berkaitan dengan penerjemahan, menggunakan kata-kata yang tepat hanya separuh dari perjuangan bagi penerjemah. Aspek variabel yang banyak dan sifatnya yang subjektif dalam menerjemahkan isi pesan dari satu bahasa ke bahasa lain menyulitkan bagi penerjemah dalam menghasilkan terjemahan baik yang dapat menyampaikan nuansa bahasa.

Tidak semua bidang atau tema memerlukan nuansa dalam bahasa dan kreativitas. Namun, untuk jenis layanan penerjemahan yang lebih subjektif, kesesuaian budaya (cultural appropriateness) adalah hal yang mutlak penting. Contoh teks bidang atau tema subjektif yang membutuhkan nuansa dalam bahasa pada penerjemahannya yaitu seperti kuesioner, panduan survei, subtitling film dan multimedia, dan pesan marketing iklan, serta yang paling penting adalah dalam proyek pelokalan.

Jika dijabarkan, prinsip dasar dari terjemahan yang bernuansa mempertimbangkan dalam berbagai aspek sebagai berikut:

  • Intensi dan nada dari bahasa aslinya
  • Norma penggunaan saat ini (termasuk slang)
  • Wawasan budaya
  • Keahlian dalam bidang pekerjaan (riset pasar) dan kategori produk/jasa (perbankan, makanan dan minuman, dll.)
  • Keakuratan linguistik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahasa dan budaya adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam proses penerjemahan pada teks atau dokumen dengan topik yang subjektif.

Nuansa Budaya Dalam Proyek Pelokalan

Dalam iklim ekonomi modern saat ini, menjadikan komunikasi efektif antar budaya yang berbeda menjadi lebih penting dibandingkan dari sebelumnya. Penerjemahan dan pelokalan sangat penting dalam memastikan bahwa pesan dapat diterima oleh sasaran dan menghindari kesalahan budaya.

Pemahaman Nuansa Budaya dalam Pelokalan ini Sangatlah Penting, bertujuan untuk;

Mempertahankan Esensi Pesan

Salah satu tujuan utama penerjemahan adalah menyampaikan pesan asli secara akurat sekaligus menyesuaikannya dengan sasaran. Namun, pelokalan bukan hanya soal mengganti kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Hal ini melibatkan pemahaman nuansa budaya, idiom, dan konotasi yang mungkin tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa target. Sensitivitas budaya memungkinkan pelestarian esensi dan maksud pesan, memastikan bahwa pesan tersebut dapat diterima oleh khalayak lokal.

Menghindari Kesalahan Budaya

Kesalahan budaya dalam penerjemahan dapat menimbulkan konsekuensi yang luas, mulai dari humor yang salah hingga menyebabkan pelanggaran atau bahkan merusak reputasi merek. Tanpa kepekaan budaya, frasa atau gambar yang tampaknya tidak berbahaya dapat secara tidak sengaja menyinggung atau mengasingkan audiens, sehingga menghambat dampak komunikasi yang diharapkan.

Meningkatkan Penetrasi Pasar

Bagi bisnis yang berekspansi ke pasar internasional, pelokalan merupakan langkah penting menuju kesuksesan. Memahami norma, nilai, dan preferensi budaya suatu wilayah tertentu memungkinkan perusahaan menyesuaikan strategi produk, pemasaran, dan komunikasinya secara efektif. Hal ini menumbuhkan rasa kepercayaan di antara konsumen lokal, serta meningkatkan penetrasi pasar dan loyalitas merek.

Bekerjasama Dengan Ahlinya; Brainy Translation

Setiap proyek pelokalan berbeda-beda, namun kami harap kami dapat memberi Anda gambaran yang lebih baik tentang apa yang perlu dipertimbangkan. Jika Anda bermitra dengan jasa penerjemah dan pelokalan profesional, mereka akan memandu Anda melalui proses pelokalan yang tepat dan juga akan melakukan pendekatan yang tepat untuk menghasilkan penerjemahan yang akurat serta layanan pelokalan yang sesuai sasaran. Kami Brainy Translation bekerja sama dengan penerjemah dan tim pelokalan profesional yang siap memberikan Anda layanan terbaik. Yang pasti, ini akan membawa bisnis Anda ke pasar yang lebih luas.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca, Brainy!