081-359-358-604 [email protected]

Seringkali kita tergoda untuk menggunakan Google Translate dikarenakan ia gratis, mudah diakses, dan merupakan alat yang sangat berguna. Google Translate adalah bagian dari perangkat Google dan salah satu aplikasi yang mudah ditampilkan oleh Google, berikut dengan aplikasi google lainnya berupa Maps, YouTube, Berita, Drive, dan ikon familiar lainnya. Banyak dari aplikasi ini memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Pertanyaannya sekarang adalah: cukup efektifkah Google Translate membantu kita memperoleh kualitas terjemah yang bisa diandalkan?

Seringkali, ada kata yang tertahan di ujung lidah, namun ternyata kita tidak bisa mengingatnya. Untuk kasus semisal ini, Google Terjemahan dapat membantu untuk mengingat kata di kepala Anda. Jika Anda tidak mengenalinya, Anda tahu cara menghindarinya. Seringkali ketika mengetik kata saja dapat menstimulasi pikiran, membebaskan hambatan mental, dan memungkinkan Anda menemukan kata yang tepat.

Namun, meskipun Google Terjemahan bisa menjadi alat yang sangat berguna dan ampuh, Google Terjemahan memiliki banyak keterbatasan sehingga dapat mempengaruhi hasil terjemah yang didapatkan. Setidaknya, ada 4 alasan mengapa Google Translate belumlah cukup untuk diandalkan dalam menerjemahkan dokumen penting yang Anda miliki. Berikut kami rangkumkan untuk Anda:

Google Translate (GT) kurang bisa diandalkan untuk menerjemahkan ekspresi dan idiom

GT sering menerjemahkan ekspresi dan idiom secara harfiah. Misalnya, ketika saya mengetik idiom Amerika ‘let’s talk about turkeys’ di Google Translate, maka yang akan muncul di kolom hasil terjemah adalah ‘mari kita bicara tentang kalkun’. Kalimat ini tidak masuk akal dalam bahasa Indonesia, dan tentunya tidak menyiratkan arti dari ungkapan Inggris Amerika sebagaimana dimaksudkan. Terjemahan yang benar adalah idiom yang sesuai dalam bahasa Indonesia, kurang lebihnya ‘mari kita bicara secara blak-blakan’. Kurangnya terjemahan idiom dan ekspresi yang konsisten dan akurat menunjukkan bahayanya menaruh kepercayaan terlalu tinggi pada alat penerjemahan yang terkomputerisasi.

Google Terjemahan kesulitan menerjemahkan bahasa gaul

Sering kita dapati bahasa slang yang lumayan terkenal dan viral di jagat maya Indonesia adalah frasa “gak bahaya tah?”. Secara harfiah makna ini penekanannya ada pada kata bahaya yang seringkali kita dapati padanan katanya dalam bahasa inggris sebagai ‘danger’. Dan tentu saja, jika kita memasukkan frasa ini ke dalam mesin terjemah semisal Google Translate akan kita dapati hasilnya diterjemahkan menjadi ‘it’s not dangerous’. Secara terjemah harfiah per kata dan literal bisa kita terima. Namun pada faktanya penggunaan kata ini seringkali menunjukkan makna situasi untuk mengkonfirmasi apakah akibat suatu kondisi/perbuatan itu tidak memiliki dampak yang berlebihan/merugikan. Sehingga terjemah dan padanan yang lebih pas untuk frase ini dalam bahasa inggris adalah ‘is it really okay?’

Google Translate tidak selalu menerjemahkan singkatan dan akronim dengan baik

Google Terjemahan dalam menerjemahkan singkatan ‘US’ ke bahasa Indonesia sebagai ‘KITA/KAMI’ yang mana terjemahan yang tepat untuk mengartikan United States adalah Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa mesin memiliki kelemahan dalam hal opsi pemilihan kata yang pas dan tepat jika kata tersebut memiliki makna bersayap. Mesin memang sangat bagus dalam membaca dan menstore kata serta maknanya. Namun sangat lemah dalam membaca konteks dan makna tujuan dari suatu kata dalam ujaran dalam konteks pragmatik.

Google Terjemahan hanya akan bagus jika data yang dikumpulkannya bagus

Seperti yang telah kita lihat di atas, GT umumnya menyediakan terjemahan literal. Hal ini sangat tidak bisa diandalkan ketika digunakan untuk penerjemahan lisensi kreatif atau puitis. Saat melakukan penerjemahan akademis, pastinya tidak bisa diandalkan. Seorang penerjemah akademis profesional akan melakukannya dari nol. Memanfaatkan pengalamannya dan pengetahuan tentang subjek tertentu untuk memberikan hasil terjemahan yang akurat. Saat mengerjakan terjemahan medis atau ilmiah, hasil terjemahannya seringkali berkaitan langsung dengan hidup dan mati, Anda tidak bisa mengambil risiko terjemahan yang tidak akurat. Satu-satunya cara agar publikasi penelitian ilmiah atau medis baru dapat dipercaya dan diandalkan adalah jika diselesaikan oleh jasa penerjemah akademis yang memiliki banyak pengetahuan mendalam tentang subjek ilmiah tertentu.

Singkat kata, Google Terjemahan bisa dikatakan sebagai alat yang tumpul. Berbeda dengan penerjemah manusia yang berpengalaman, mesin penerjemah ini tidak dapat dipercaya 100% untuk menerjemahkan ekspresi, idiom, bahasa gaul, singkatan, atau akronim dengan benar. Selain itu, ia tidak dapat memberikan hasil terjemahan yang akurat dan kreatif. Oleh karena itu, penggunaannya harus hati-hati dalam menggunakan dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, gunakanlah layanan penerjemah profesional dan terpercaya dari CV Brainy Translation yang telah dipercaya oleh berbagai klien di seluruh belahan dunia.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca, Brainy!