Penerjemahan bukanlah tugas yang mudah. Bahasa telah berkembang selama ribuan tahun menjadi sangat berbeda satu sama lain, tidak hanya mempertimbangkan kosakata tetapi pada berbagai tingkatan. Dewasa ini, kebutuhan akan penerjemahan akurat lebih banyak dari sebelumnya. Telah banyak dikembangkan AI penerjemah atau tools penerjemah, namun semuanya tidak menjamin penerjemahan akurat saat menghadapi beberapa masalah dalam terjemahan. Ketika dihadapkan dengan dokumen resmi atau dokumen tertentu yang memiliki banyak terminologi khusus, Anda tidak bisa hanya mengandalkan AI penerjemah. Anda membutuhkan spesialis sejati dalam hal ini. Dalam artikel ini, kami akan menunjukkan kepada Anda beberapa masalah terjemahan yang paling umum dan menjelaskan mengapa mesin penerjemah tidak akan pernah menggantikan penerjemah profesional (manusia).

Mengapa beberapa kata sulit untuk diterjemahkan?

Seperti disebutkan sebelumnya, bahasa telah berkembang bersama manusia selama ribuan tahun, di banyak tempat berbeda. Setiap kelompok etnis menghadapi tantangan yang berbeda, mereka memiliki nilai, tradisi, budaya, dll yang sama sekali berbeda. Oleh karena itu, ada beberapa konsep yang hadir dalam satu budaya tetapi tidak dalam budaya lain. Hal ini membuat beberapa kata tidak mungkin untuk diterjemahkan secara langsung. Masalah budaya dalam penerjemahan adalah masalah yang signifikan.

Sebuah kata bisa sulit untuk diterjemahkan karena konteks budaya, contoh sederhana adalah “you” yang dikenal sebagai salah satu kata yang paling sulit untuk diterjemahkan. Kata tersebut mungkin nampak sederhana, tetapi itu hanya berlaku dalam bahasa Inggris. Dalam banyak bahasa seperti Spanyol atau Rusia misalnya, penyebutan “you” sangat berbeda, bergantung pada situasi, orang yang terlibat dalam percakapan, konteks dan hubungan di antara mereka. “you” bisa saja formal atau informal dalam bahasa Inggris, yang membuatnya lebih sulit, di beberapa budaya ada aturan kesopanan yang mengakibatkan penyebutan “Anda” berbeda dalam situasi formal. Misalnya, orang Korea yang cenderung menyapa orang tua mereka secara formal. Atau dalam bahasa Indonesia sendiri, padanan “you” juga tidak bisa untuk langsung diterjemahkan menjadi kamu karena ada “Anda” yang dapat digunakan agar lebih sopan. Dalam kasus yang lebih rumit, “you” juga memiliki aturan yang berbeda bergantung pada siapa Anda berbicara, wanita atau pria. Bentuk formal dan informal “you” keduanya memiliki versi feminin dan maskulin mereka sendiri.

Berdasar hal itu, menerjemahkan kata yang begitu sederhana “you” bisa saja sulit, bergantung pada beberapa faktor. Dalam banyak keadaan, salah menerjemahkan kata sederhana “you” dapat menggambarkan diri Anda yang kurang sopan atau tidak banyak tahu. Tentu saja, tantangan penerjemahan lainnya lebih buruk dari sekadar “you”. Beberapa kata bahkan tidak bisa diterjemahkan. Lantas bagaimana menerjemahkan ketakterjemahan?

Ada beberapa kata yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa yang berbeda karena satu alasan sederhana. Tidak ada kata demikian dalam bahasa sasaran. Beberapa masyarakat telah mengembangkan kata-kata tunggal untuk sesuatu yang hanya dijelaskan dalam kata-kata yang berbeda. Mari kita lihat beberapa contoh berikut:

  • Pochemuchka: ditujukkan untuk orang yang mengajukan banyak pertanyaan dalam bahasa Rusia.
  • Shlimazl: ditujukan untuk orang yang terus-menerus mengalami nasib buruk dalam bahasa Yiddish.
  • Llunga: kemampuan untuk memaafkan seseorang pertama kali, menerimanya yang kedua, tetapi tidak untuk yang ketiga. Digunakan di Republik Demokratik Kongo oleh penutur bahasa Luba-Kasai.
  • Sobremesa: Kata Spanyol yang digunakan untuk mendeskripsikan momen mengobrol setelah makan.
  • Shoganai: menggambarkan situasi yang tidak dapat Anda kendalikan dalam bahasa Jepang.
  • Utepils: sebuah kata yang berarti “duduk di luar sambil minum bir” dalam bahasa Norwegia.
  • Jayus: dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut menggambarkan lelucon yang diceritakan dengan sangat buruk dan sangat tidak lucu tetapi benar-benar membuat Anda tertawa.
  • Ya’aburnee: ekspresi cinta yang menunjukkan bahwa orang yang mengatakannya ingin mati dan dikubur di hadapan orang yang dicintai, karena dia akan sangat menderita jika tidak. Digunakan dalam bahasa Arab.

Beberapa istilah di atas merupakan tantangan terbesar bagi seorang penerjemah untuk menemukan padanan yang pas agar makna tersampaikan dengan jelas dalam budaya sasaran. Menerjemahkan langsung kata-kata di atas akan menghasilkan terjemahan tidak masuk akal dalam bahasa sasaran, karena yang benar kata-kata itu hanya ada pada bahasa tertentu. Maka dari itu, seorang penerjemah profesional harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang bahasa dan tingkat kefasihan yang tinggi.

Dari semuanya jelas adanya bahwa terjemahan tidak dapat dilakukan hanya sekadar mengganti satu kata ke kata lain. Ada pengetahuan, keterampilan, dan pendekatan profesional agar hasil terjemahan terdengar seperti karya aslinya dalam bahasa sasaran. Unsur budaya salah satu alasan terbesar mengapa mesin penerjemah tidak bisa seutuhnya menggantikan penerjemah profesional.

Jika Anda membutuhkan penerjemah profesional, Brainy Translation hadir membantu Anda. Kami bekerja yang terbaik untuk menjamin hasil terjemahan berkualitas.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca, Brainy!