Penerjemahan memainkan peranan penting dalam peradaban. Perkembangan dalam dunia bisnis, perdagangan, teknologi, pengetahuan, maupun sastra, sedikit banyak adalah campur tangan penerjemah yang membantunya dapat diterima di seluruh masyarakat dunia. Sebelumnya, individu atau perusahaan akan mencari penerjemah lepas atau agen penerjemah untuk membantu proyek mereka. Namun, selama beberapa tahun terakhir, mesin penerjemah menjadi kian populer. Mesin penerjemah menawarkan penerjemahan praktis, cepat, dan hemat biaya. Sayangnya, perihal kualitas terjemahan dapat dibandingkan langsung dengan penerjemah (penerjemah manusia).

Munculnya Mesin Penerjemah

Selama beberapa tahun terakhir, penerjemah mesin menjadi lebih akurat dengan program yang mempelajari lebih banyak tentang kata dan kontennya. Alasannya adalah perubahan siginifikan dalam perkembangan teknologi yang mengarahkan industri untuk memikirkan kecerdasan buatan sebagaimana rupa dirancang memenuhi kebutuhan penerjemahan. Jelas bahwa perusahaan seperti Google dan Microsoft serius dengan terjemahan mesin ini.

Kendati demikian, belum tentu terjemahan manusia akan sepenuhnya tergantikan oleh penerjemah mesin. Pertanyaannya adalah seberapa efisien mesin penerjemah dan dapatkah mereka menggeser peran penerjemah profesional? Manakah yang lebih baik? Penerjemah mesin tidak akan pernah menggantikan penerjemah manusia bahkan pada aspek kecepatan, terlebih pada akurasi dan efisiensi. Apa alasan yang menguatkannya?

Mesin tidak dapat memahami budaya

Tidak mungkin Anda dapat memprogram mesin untuk memahami budaya. Budaya yang berbeda di dunia memiliki item leksikal yang berbeda dan unik untuk budaya tertentu. Mesin tidak memiliki kompleksitas untuk memahami atau mengenali keseluruhan bahasa gaul, idiom, dan dalam beberapa kasus nama. Ini adalah salah satu tantangan terbesar dan tidak akan bisa diselesaikan dengan mesin. Orang yang berbeda memiliki aksen yang berbeda yang berarti pengucapannya berbeda meskipun kata-katanya memiliki arti yang sama. Hanya terjemahan manusia yang dapat membedakannya karena mesin penerjemah hanya akan melakukan terjemahan langsung kata per kata. Penerjemah manusia membenamkan diri dalam budaya dan memahami nuansa ini secara akurat.

Mesin tidak dapat menghubungkan kata dengan konteks

Dalam bahasa yang berbeda, ada kata-kata dengan makna ganda dan ini bisa menjadi masalah yang signifikan bagi mesin penerjemah. Kata-kata ini harus dikaitkan dengan konteksnya untuk membantu menentukan arti sebenarnya dan hanya terjemahan manusia yang dapat melakukannya. Di sisi lain, mudah bagi penerjemah manusia untuk mengidentifikasi arti yang benar dengan langsung mencocokkan kata dengan konten.

Pelokalan akan menjadi sulit bagi mesin untuk bahasa yang berbeda

Frase baru terus dikembangkan dalam bahasa apa pun tergantung pada dialeknya. Penerjemah mesin tidak dapat memilih evolusi ini dalam bahasa secepat penerjemah manusia yang akan ahli dalam pelokalan dan dialek berbeda dari bahasa khusus mereka. Mesin harus selalu diperbarui secara teratur dengan terus-menerus “mempelajari” frasa baru berdasarkan seberapa sering kata-kata dalam konteks baru atau kata-kata baru muncul dalam percakapan sebelum mesin dapat menemukan terjemahan yang sesuai. Dengan begitu, mesin penerjemah harus terus-menerus diprogram dan memenuhi algoritma yang canggih untuk program-program ini, maka tentu saja akan membutuhkan waktu dan usaha lebih untuk mencapainya. Sementara, penerjemah mampu menangkap perkembangan dalam bahasa lebih cepat daripada mesin.

Mesin tidak dapat meniru gaya dan nada

Setiap dokumen yang ditulis memiliki gaya dan nada yang berbeda. Sebuah dokumen dapat memiliki gaya dan nada yang puitis, lucu, atau persuasif, tetapi dalam hal terjemahan, mesin dapat melewatkannya. Dokumen tersebut dimaksudkan untuk memiliki gaya dan nada tertentu agar dapat dipahami oleh pembaca dan jika tidak memilikinya, maka makna dokumen dapat menjadi sia-sia. Hanya penerjemah profesional yang mampu mencocokkan dan menulis ulang karya terjemahan yang mirip dengan gaya dan nada dokumen aslinya.

Terjemahan tidak akan lengkap tanpa sentuhan manusia

Penerjemah mesin menggunakan kecerdasan buatan yang harus dikembangan dari hari ke hari, maka jelas itu tidak akan pernah bisa menandingi kecerdasan manusia. Penerjemah mesin hanya bisa sampai pada titik lebih efisien dan kualitas terjemahan yang dihasilkan menjadi lebih mudah dipahami. Namun, kebutuhan manusia untuk menjadi bagian dari persamaan terjemahan mesin akan selalu ada. Setelah terjemahan harfiah dilakukan oleh mesin, harus ada copyeditor dan proofreader untuk memastikan terjemahan benar secara tata bahasa dan juga dapat dipahami. Penerjemah manusia akan memberikan sentuhan akhir pada karya dan meningkatkan kualitas pelokalan agar dapat diterima oleh audiens target.

Fakta terberatnya yang akan memastikan bahwa terjemahan mesin tidak akan pernah bisa menggantikan penerjemah profesional seutuhnya; kompleksitas bahasa apa pun adalah sesuatu yang hanya dapat dipahami sepenuhnya oleh manusia. Ini adalah fakta dan bahkan para ilmuwan yang melahirkan mesin terjemahan otomatis telah mengakuinya. Maka dapat disimpulkan bahwa mesin terjemahan hanya sampai pada batas membantu tugas penerjemah profesional dengan tidak adanya kemungkinan menggantikan perannya seutuhnya.

Dengan begitu, Anda harus bijak menentukan jasa penerjemah yang menerjemahkan dokumen Anda tentu harus lebih baik dari mesin penerjemah. Brainy Translation dapat membantu Anda mendapatkan terjemahan yang berkualitas, mengenali unsur budaya yang terkandung, melokalkan dengan sempurna, dapat meniru gaya dan nada yang ingin disampaikan, serta menghasilkan karya terjemahan yang akan membawa makna sama dengan dokumen aslinya.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca, Brainy!