Di era seperti saat ini, kemampuan berbiacara bahasa inggris bukan hal yang seharusnya kita hindari lagi terlepas dari baik dan buruknya. Mengingat bahwa dunia menuju desa global, pendekatan bahasa akan menjadi langkah nyata. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, dan bahasa inggrislah sarana atau jembatan untuk masyarakat dunia saling berkomunikasi. Akan tetapi menariknya, tidak hanya bahasa formal atau bahasa akademis yang perlu Anda ketahui, saat mempelajari bahasa baru; mengenal bahasa gaul atau slang juga hal yang penting.

Dilansir dari KBBI, slang adalah ragam bahasa tidak resmi dan tidak baku yang sifatnya musiman dan digunakan oleh satu kelompok sosial tertentu untuk berkomunikasi intern dengan maksud menyiratkan makna sesungguhnya agar tidak mudah dimengerti. Dan dalam bahasa Inggris, slanglish (slang english) cukup menantang. Bahasa slang dalam bahasa Inggris, yakni bahasa gaul American dan British yang terkadang cenderung kasar dan bukan bahasa formal serta tentu tidak ada dalam kamus. Slanglish berkaitan erat dengan budaya populer, maka tak heran jika banyak kosa kata baru dalam slanglish seiring berjalannya waktu. Pertumbuhan bahasa slang dari pengaruh budaya inilah yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi non-penutur asli. Tapi secara garis besar, menggunakan slanglish dalam berkomunikasi dengan penutur asli akan membantu kita lebih dekat sehingga mudah berkomunikasi dan terhindar dari kesalahpahaman.

Terlerpas dari itu, ternyata slanglish juga mendapati perdebatan cukup keras bagi warga Inggris sendiri. Ark All Saints Academy, sebuah sekolah menengah di Camberwell, London, telah memulai perjalanan untuk mengekang murid-muridnya dari menggunakan bahasa gaul dalam ranah sekolah formal. Secara khusus, sekolah ini ingin mencegah peningkatan penggunaan “basically” di awal kalimat dan frasa lain seperti “oh my days,” “oh my God,” dan “ermmm,” untuk menyebutkan beberapa.

Baca artikel khusus kami tentang ragam arti kata LOL

Tindakan keras terhadap bahasa gaul telah menggiring sekolah yang berbasis di London ini menghasilkan daftar frasa terlarang. Di antara frasa ini adalah “he cut his eyes at me,” yang menurut kamus Collins didefinisikan sebagai menatap seseorang dengan kasar dan kemudian berpaling dengan tajam sambil menyudutkan mata dengan acuh.

Langkah ini menuai banyak kritik, dengan beberapa ahli bahasa menganggap bahwa hal itu mendiskreditkan atau merugikan generasi muda. Sementara, para guru Ark All Saints Academy menilai bahwa penggunaan bahasa slang dapat membatasi kemampuan murid untuk mengekspresikan diri dengan jelas dan akurat, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Sebuah studi tahun 2019 mengungkapkan bahwa “bahasa gaul” adalah alasan utama kegagalan dalam GCSE bahasa Inggris. Sekolah lain seperti sekolah Katolik St. Thomas Aquinas di Birmingham berada di jalur yang sama untuk menahan pertumbuhan cepat bahasa gaul dalam karya lisan dan tulisan murid-murid mereka. Sekolah ini juga telah membuat seperangkat instruksi yang dimaksudkan untuk membantu siswa mencapai kefasihan berbicara. Para tutor di sini telah menginstruksikan murid-muridnya untuk menghindari penggunaan kata-kata seperti “so”, “like”, dan “colloquialisms” lainnya dalam tulisan dan ucapan mereka. Sebagai gantinya, mereka harus mengganti frasa terlarang dengan kata-kata seperti “conclusion,” “furthermore,” dan “consequently” untuk memperjelas makna dan menghubungkan kalimat.

Tentu saja pembatasan ini dilakukan hanya saat pembelajaran formal di sekolah, dimana murid dituntut untuk menggunakan bahasa yang lebih baku secara lisan maupun tulisan.

Dan jika merefleksikan hal yang sama pada bahasa Indonesia, penggunaan bahasa gaul pada bahasa Indonesia juga memberikan dampak positif dan negatif. Di satu sisi, bahasa gaul dapat membantu remaja untuk lebih kreatif asalkan menggunakannya pada situasi, media, dan komunikan yang tepat. Sementara di sisi lain, banyak ahli juga sepakat bahwa penggunaan bahasa gaul dapat mempersulit penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Lantas bagaimana menurut Anda? Tuliskan pendapat Anda dalam kolom komentar.

Terlepas dari itu semua, fenomena di atas secara tidak langsung menggambarkan bagaimana bahasa dan budaya saling berkaitan. Dan cara terbaik untuk belajar bahasa baru dengan membenamkan diri.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca, Brainy!