085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Indonesia memiliki keberagaman baik dari segi budaya, tradisi, makanan, dan juga bahasa. Sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia adalah identitas negara Indonesia. Dengan negara Indonesia yang berbentuk kepulauan, Indonesia memiliki bahasa anakan atau bahasa daerah masing-masing. Salah satu bahasa daerah yang unik dan dikenal oleh Sebagian besar rakyat Indonesia adalah bahasa Madura. Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan oleh etnis Madura yang tinggal baik di Madura ataupun di luar Madura. Sama halnya dengan bahasa daerah lainnya, bahasa Madura memiliki karakteristik dan keunikannya tersendiri. Namun, budaya dan karakteristik personal yang sangat kental dari etnis Madura ini menjadikan bahasa Madura sedikit berbeda. Untuk Anda yang akan memulai belajar bahasa Madura, tentu ini tidak bisa Anda remehkan.

Keunikan pertama yang dimiliki oleh bahasa Madura adalah bahasa Madura memiliki tingkatan bahasa seperti pada bahasa daerah pada umumnya. Tingkatan  bahasa dalam bahasa Madura ada tiga yakni, Enja’-Iyah (tingkatan kasar), Enggi-Enten (tingkatan menengah), Enggi-Bunten (tingkatan halus). Tingkatan bahasa ini digolongkan untuk membedakan penggunaan bahasa Madura tergantung lawan objek bicara dan ruang lingkup forum pembicaraan. Selain itu, yang unik dari bahasa daerah satu ini adalah bahasa Madura khas dengan kosakatanya yang banyak dengan ucapan ‘lethup’ seperti saba’ (meletakkan), lagghu’ (besok). Karakter yang khusus lainnya pada bahasa Madura adalah kosakata bahasa Madura terdiri atas banyak konsonan, seperti lebbhak (muara) dan bhajjrah (mujur).

Kosakata Dasar Bahasa Madura

Kita dapat belajar bahasa Madura dasar sebagai pemula, berikut contoh kosakata bahasa Madura yang digunakan sehari-hari: Semoga membantu

Angka-angka bahasa Madura:

  • Settong : Satu
  • Dhuwwe’ : Dua
  • Tello’ : Tiga
  • Ampa’ : Empat
  • Lemma’ : Lima
  • Enem : Enam
  • Petoh : Tujuh
  • Bhellu’ : Delapan
  • Sanga’ : Sembilan
  • Sapoloh : Sepuluh
  • Dhupoloh : Dua puluh
  • Selekkor : Dua Puluh Satu
  • Seghemmi’ : Dua puluh lima

Kata Benda di Sekitar Kita

  • Aeng : air
  • Bental : bantal
  • Bede’ : bedak
  • Butol : Botol
  • Buje : Garam
  • Guling : Guling
  • Lomareh : lemari
  • Soroy : sisir
  • Nase’ : Nasi
  • Sopre : seprai
  • Paoh : Mangga

Pertanyaan sehari-hari bahasa Madura

  • Dhe’ remmah kabereh? Apa kabar
  • Berempa’? Berapa
  • Ponapa? Kenapa
  • Bhille? Kapan
  • Saponapa arghenepon paona? Berapa harga buah mangganya
  • Kamma? Kemana
  • Dhimma bungkonah? Dimana rumahnya

Dst.

Ciri Khas Bahasa Madura

Belajar bahasa Madura mungkin akan lebih rumit dibanding mempelajari bahasa Inggris untuk sebagian orang. Hal itu dikarenakan, bahasa Madura memiliki banyak ciri-ciri yang khusus dimiliki hanya pada bahasa Madura. Tidak disarankan bagi pelajar bahasa Madura jika hanya mengandalkan teknik membaca karena Anda sangat perlu mengerti bagaimana cara pelafalan pada setiap kosakata dan kalimat bahasa Madura. Bahasa Madura memiliki lafal ditekan pada beberapa konsonan seperti [b], [d], [j], [g], jh, dh, bh, dan atau pada konsonan rangkap seperti jj, dd, dan bb. Ciri khas lainnya pada bahasa Madura dari segi morfologi, bentuk, ataupun pelafalan bahasa Madura adalah:

  • Bahasa Madura tidak mengenal kata ganti orang ketiga

Orang Madura jika akan menyebutkan “Dia” dalam sebuah percakapan, maka menggunakan kata pengganti yang sesuai dengan pelakunya,
contoh : Pak Câmat mèghâ’ ajâmma (Pak Camat menangkap ayamnya).

  • Bahasa Madura mempunyai fonem-fonem beraspirat

Bahasa Madura mempunyai fonem-fonem tanaspirat, yaitu b, d, ḍ, g, j dan fonem-fonem beraspirat, yaitu bh, dh, ḍh, gh, jh.

  • Bahasa Madura mempunyai fungsi morfem “Tang” atau “Sang”

Digunakan istilah “tang” atau “sang” sebagai penanda milik untuk orang pertama (persona kesatu) dalam tingkat bahasa umum iyâ-enjâ’.
Contoh : tang buku (buku saya), bukan bukuna sèngko’, tang roma (rumah saya), bukan romana sèngko’.

  • Bahasa Madura mempunyai fungsi morfem (–a)

Untuk menyatakan kata kerja bentuk future “akan”, maka digunakan sufiks (–a). Contoh : Sèngko’ abinia (Saya akan beristri), Buruâ (akan lari).

  • Bahasa Madura mempunyai fungsi prefiks (e–)

Untuk menyatakan kalimat pasif maka digunakan prefiks (e-) pada kata kerjanya, baik pelaku dalam kalimat tersebut orang pertama, orang kedua, ataupun orang ketiga. Contoh : Arèya sè èkaterroè bi’ sèngko’ (Ini yang saya inginkan), Apa jhârân rèya sè èbelliâ bi’ bâ’na? (Apakah kuda ini yang akan kamu beli?).

Belajar bahasa Madura tentu bukan pekerjaan yang dapat Anda lihat hasilnya dalam semalam, sebagai non-penutur asli bahasa Madura mungkin satu tahun juga belum waktu yang pas untuk fasih dalam bahasa Madura. Anda perlu lebih lanjut untuk belajar verba bahasa Madura. Yang paling unik dari linguistik bahasa Madura adalah penutur asli bahasa Madura memiliki logat sejati bahasa Madura. Logat itu tidak akan hilang meskipun sedang berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Anda akan mudah mengenali orang Madura cukup setelah mendengar mereka berbicara. Keberagaman bahasa ini menjadi tambahan tali kasih untuk mencintai keberagaman dan perbedaan di Indonesia. Belajar bahasa tentu bukan suatu pekerjaan yang sia-sia. Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca Brainy!