Tantangan dalam penerjemahan seringkali muncul dari berbagai cara orang menggunakan kata-kata tertentu untuk mengekspresikan konsep dan ide. Mereka sering menggunakan kata-kata yang melampaui makna utama setiap istilah.

Tetapi karena industri layanan bahasa telah booming dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak orang mengerti bahwa terjemahan lebih dari menulis ulang konten sumber menjadi bahasa target.

Penerjemah dan spesialis bahasa perlu melampaui terjemahan kata ke kata untuk mentransfer makna yang tepat dari satu bahasa ke bahasa lain.

Di bidang kreatif, penerjemahan digabungkan dengan pelokalan dan transkreasi.

Berikut adalah lima tantangan teratas dalam penerjemahan untuk sebagian besar spesialis bahasa dan cara mengatasinya.

1. Menerjemahkan Idiom

Idiom adalah ekspresi linguistik, khusus untuk setiap bahasa atau budaya. Meskipun mereka adalah elemen penting dari bahasa, mereka juga sulit dijelaskan ketika Anda tidak menyadari perbedaan budaya antara bahasa sumber dan bahasa target.

Itulah sebabnya penting bagi seorang penerjemah untuk mengenali idiom dan memahami makna yang tepat sebelum menerjemahkan teks. Sulit karena kamus sering membatasi definisi hanya pada satu kata atau sejumlah kecil ekspresi.

Untungnya, sebagian besar bahasa memiliki idiom untuk mengekspresikan konsep hujan lebat. Jadi, dalam kasus khusus ini, Anda dapat menggunakan konstruksi serupa untuk mempertahankan nada dan suara teks asli dalam versi terjemahan.

2. Humor adalah Tantangan Terbesar dalam Penerjemahan

Menjelaskan humor adalah tugas yang paling menantang bagi para penerjemah karena selera humor tergantung pada latar belakang budaya seseorang. Pikirkan tentang ‘humor Inggris’ yang terkenal dan bagaimana bahkan populasi berbahasa Inggris lainnya jarang memiliki selera untuk itu. Sekarang, bayangkan betapa sulitnya mengatasi hambatan bahasa dan tetap lucu.

Ada korelasi langsung antara humor dan bahasa, bahkan ketika lelucon itu visual atau musikal. Itu karena bahasa dan sejarah merupakan hal mendasar dalam cara kita berpikir dan berhubungan dengan lingkungan dan orang lain.

Terkadang penerjemah tidak dapat mengirimkan bagian yang lucu karena tidak ada permainan kata yang setara dalam bahasa target. Dalam kasus lain, latar belakang budaya audiens tidak memungkinkan mereka untuk memahami humor.

Memahami lelucon dan menerjemahkannya melibatkan pengetahuan mendalam tentang pasangan bahasa, serta audiens target. Tanpa mengetahui bagaimana orang berpikir dan jenis humor apa yang biasa mereka gunakan, menerjemahkan lelucon tidak mungkin.

3. Menerjemahkan Kata kerja Phrasal

Kata kerja phrasal adalah tantangan yang sulit dalam penerjemahan, terutama ketika menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa yang tidak menggunakan konstruksi serupa.

Kata kerja phrasal terdiri dari kata kerja dan preposisi, atau kata keterangan, atau keduanya. Ini membuat penerjemah sulit mengenalinya pada pandangan pertama. Sebagian besar penerjemah adalah penutur asli bahasa target, jadi bahasa Inggris adalah bahasa kedua mereka.

Kesulitan berasal dari fakta bahwa kata kerja phrasal mendapatkan makna yang sama sekali berbeda setelah Anda menambahkan preposisi atau kata keterangan.

4. Prefiks dan Sufiks Merupakan Tantangan dalam Penerjemahan

Awalan dan sufiks membuat variasi dalam bahasa Inggris. Mereka juga mengubah kata benda menjadi kata sifat atau kata kerja menjadi kata benda, yang dapat dengan cepat menjadi mimpi buruk penerjemah, terutama ketika bahasa target tidak fleksibel ketika harus menciptakan kata-kata baru.

Kelompok-kelompok surat yang sering digunakan oleh penutur bahasa Inggris untuk memberikan makna kata yang lebih dalam sulit diterjemahkan ketika bahasa lain tidak memiliki begitu banyak lapisan untuk mengekspresikan konsep yang sama.

Sebagian besar bahasa menggunakan awalan dan sufiks untuk membuat kata-kata baru, tetapi masing-masing memiliki aturan yang berbeda dalam hal melestarikan makna dan memberdayakan kata-kata.

Bahasa gaul, misalnya, menggunakan banyak kata majemuk, serta sufiks untuk memberikan makna baru pada kata-kata yang ada, sehingga sulit bagi penerjemah untuk menerjemahkan pesan yang tepat dalam bahasa yang berbeda.

5. Kata-kata tanpa Koresponden dalam Bahasa Target

Setiap bahasa memiliki kata-kata yang tidak mungkin diterjemahkan ke beberapa bahasa lain, seperti “kebetulan” atau “penundaan”. Ketika satu bahasa memiliki kata tertentu untuk menggambarkan suatu situasi, menemukan ekspresi alternatif dalam bahasa lain menjadi tantangan dalam penerjemahan.

Bahasa-bahasa Asia, misalnya, memiliki banyak kata untuk menggambarkan perasaan dan sensasi yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain menggunakan satu kata.

Tantangan dalam Penerjemahan

Apakah Anda perlu menerjemahkan literatur atau konten medis, setiap teks dilengkapi dengan kesulitan dan membutuhkan keterampilan bahasa tertentu. Memilih kata yang tepat tergantung pada konteks dan tujuan konten adalah seni yang menguasai penerjemah selama bertahun-tahun bekerja di industri ini.

Idiom, kata kerja frasa, kata-kata unik, dan humor adalah yang paling sulit untuk diterjemahkan. Tetapi begitu juga istilah medis, terminologi khusus industri, dan jargon. Anda membutuhkan konteks dan penelitian, serta pengetahuan mendalam tentang pasangan bahasa, untuk menjaga makna konten asli dan menyampaikannya dalam format yang mudah dibaca dalam bahasa target.