Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/brainytr/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/functions.php on line 5917
Ontologi Penerjemah: Seni atau Pengetahuan - Brainy Translation
085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Profesi penerjemah dari waktu ke waktu semakin popular di masyarakat. Eksistensi itu terjadi karena kebutuhan alih bahasa dalam banyak sector di tengah pergerakan teknologi yang semakin maju saat ini. Masyarakat kini kian mudah mengakses pun membagikan informasi untuk seluruh dunia. Dengan itu, tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah hambatan bahasa. Dan disinilah penerjemah hadir untuk membantu.

Ontologi merupakan salah stau kajian filsafat asal Yunani yang paling kuno dan membahas tentang hakikat yang bersifat konkret, atau sederhannya adalah realitas. Secara hakikatnya, penerjemah dapat digolongkan dalam seni juga dalam ilmu pengetahuan. Dalam kaitan pengetahuan, penerjemah dikategorikan sebagai ilmu bahasa (linguistic) terapan, sementara dalam seni, penerjemahan merupakan sebuah karya seni bahasa. Meoliono berpendapat bahwa pada hakikatnya penerjemahan merupakan kegiatan memproduksi amanat atau pesan bahasa sumber dengan padanan yang paling wajar dan alamiah dalam bahasa sumber ke dalam bahasa penerima, baik dalam segi arti maupun gaya.

Dalam pendapat lain, Nida dan Taber berpendapat bahwa penerjemah berperan menerjemahkan bahasa sumber (BaSu) ke dalam bahasa sasaran (BaSa) berada pada tataran kata, kelompok kata (frasa), kalimat, alinea, kumpulan beberapa alinea atau dokumen utuh, dan bahkan hingga pada tingkat pragmatic untuk tujuan komunikasi tertentu jika dibutuhkan.

Penerjemah adalah Ilmuwan

Penerjemah dalam konteks pengetahuan atau penerjemah sebagai ilmuwan, harus menguasai tiga aspek kunci yaitu menguasai bahasa sumber, menguasai bahasa sasaran, dan menguasai pokok bahasan dari teks yang diterjemahkan agar tidak menyimpang makna serta tujuan. Untuk mencapai hal itu, tentunya diperlukan pengalaman yang tidak sebentar dari bagaimana mengembangkan serta meningkatkan pengetahuan sebagai salah satu kode etik penerjemah. Kesalahan atau kesulitan yang sering muncul dalam proses ini adalah minimnya pengetahuan penerjmah akan istilah dalam bidang-bidang tertentu seperti kedokteran, hukum, pemerintahan dll.

Sebagai sebuah ilmu yang independen, penerjemah mempelajari metode-metode, teknik, teknik dan juga teori pengalihan gagasan dengan memperhatikan keseimbangan dalam bahasan sumber pun bahasa sasaran, baik secara lisan dan tulisan, baik di tingkat kata, serta dalam struktur kalimat.

Penerjemah adalah Seniman

Namun, lebih jauh, hasil terjemahan juga pada hakikatnya adalah sebuah seni, seni bagaimana mengemas hasil terjemahan agar memiliki daya tarik untuk para penerjemah maupun pembaca hasil terjemahan tersebut, serta bagaimana pembaca tidak merasa bahwa teks yang dibaca merupakan hasil terjemahan. Untuk mencapai itu, karya terjemahan harus sealami mungkin dalam bahasa sasaran. Bukan proses yang mudah, dan disinilah keistimewan karakter penerjemah.

Kesulitan atau tantangan terbesar dalam proses ini adalah mengenal dan memahami budaya dalam bahasa sasaran. Seperti yang kita ketahui, budaya dan bahasa memiliki hubungan yang sangat erat. Jika menerjemahkan suatu teks tanpa memperhatikan latar belakang budaya dalam negara tersebut, hasil terjemahan tidak akan sesuai dengan budaya dalam bahasa sasaran. Seperti dalam kasus menerjemahkan bahasa slang atau bahasa gaul.

Kualitas Penerjemah

Menilai hasil atau kualitas terjemahan juga tidak bisa lepas dari dua sisi tersebut, bagaimana terjemahan tersebut dalam segi ilmu teori dan bagaimana hasilnya dalam seni. Mengalihkan bahasa dalam projek terjemahan dapat menjadi proses panjang yang berhasil menghasilkan sebuah karya terjemahan, bukan lagi hasil terjemahan biasa. Tidak jarang dalam proses terjemahan, penerjemah membutuhkan waktu lebih lama dalam pendalaman riset dan memperbanyak referensi untuk mencari padanan yang sesuai tanpa menghilangkan makna dalam bahasa sumber pun mengasingkan kebudayaan dan gaya dalam bahasa sasaran.  

Pengetahuan dan seni harus dimiliki penerjemah dalam porsi yang seimbang, jika pengetahuan mendominasi maka hasil terjemahan cenderung kaku. Sementara, jika seni terlalu mendominasi, maka dikhawatirkan hasil terjemahan akan keluar dari konteks yang sesungguhnya atau kehilangan makna. Untuk itu, memahami keduanya dengan porsi dan perannya masing-masing dapat sangat membantu penerjemah menghasilkan karya terjemahan berkualitas.

Dengan begitu, meski banyaknya aplikasi penerjemah yang tersedia saat ini, namun dapat dikatakan bahwa kecanggihan itu belum mampu sepenuhnya menggeser peran seorang penerjemah. Sebagai pengguna, menentukan penerjemah adalah keputusan yang harus diambil dengan bijak. Bariny Translation merupakan salah satu agensi penerjemah yang menawarkan jasa penerjemah untuk berbagai kepentingan, baik dalam terjemahan teks, video, bahkan interpreting. Bersama dengan penerjemah professional, Brainy Translation siap membantu Anda untuk mendapatkan hasil terjemahan dari seorang ilmuwan sekaligus seniman.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca Brainy!