Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/brainytr/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/functions.php on line 5917
Ragam Bahasa Mewarnai Nusantara - Brainy Translation
085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Berbicara mengenai keberagaman bahasa yang ada di dunia, mungkin Anda akan menyebutkan daftar yang tak ternilai jumlahnya. Mungkin masih dalam jangkauan jika Anda membahas tentang bahasa resmi di masing-masing negara di dunia, lantas bagaimana dengan bahasa daerah setempat? Dapatkah Anda menyebutkannya? Meskipun bukan jumlah yang sedikit, tapi beberapa ahli telah sibuk memperkirannya dalam waktu bertahun-tahun lalu.

Sebagai negara yang begitu luas dan jumlah penduduk yang cukup padat, Indonesia kaya akan keberagaman bahasa dan budaya. Itulah salah satu ciri khas yang mahal dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keberagaman bahasa atau ragam bahasa adalah variasi bahasa yang berdasar pada penggunaannya yang berbeda-beda, menurut topik yang dibicarakan, lawan berbicara, hubungan dan medium pembicara, serta orang yang dibicarakan. Penyebab keberagaman bahasa yang ada di Indonesia terdiri dari 3 faktor utama yakni budaya, sejarah dan demografi. Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, setiap daerah memiliki polanya sendiri dan budayanya sendiri yang menghasilkan beraneka bahasa daerah yang digunakan. Sedang, jika dilihat dari segi sejarahnya, setiap daerah memiliki warisan nenek moyangnya maisng-masing dan adat istiadat yang berbeda pada tiap-tiap daerah. Selain itu, kondisi demografi sedikit banak telah mempengaruhi keberagaman bahasa di Indonesia. Orang yang tinggal di daerah pegunungan atau sekitar pantai akan cenderung menggunakan bahasa ringkas dengan volume yang lebih keras. Sedang, bagi mereka yang tumbuh di daerah padat penduduk (pemukiman) terkesan menggunakan bahasa yang luas, panjang lebar, dan dengan volume berbicara yang jauh lebih kecil.

“Hayat bahasa di akal bangsanya, ajal bahasa di keris bangsanya.”

― Sahrunizam Abdul Talib

Dilansir dari data terbaru, Indonesia memiliki sekitar 718 bahasa daerah yang digunakan untuk tiap-tiap kelompok etnis. Untuk menjaga mobilitas perekonomian dan interaksi sosial dalam negeri, sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945, bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional Indonesia. Bahasa Indonesia sangat diperlukan di tengah masyarakat daerah yang menggunakan variasi bahasa yang berbeda-beda. Tidak mencapai jumlah keseluruhan, tapi sekitar 90% dari jumlah penduduk Indonesia yang memahami dan menuturkan Bahasa Indonesia. Sayangnya, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Kebanyakan dari mereka menggunakan salah satu dari 718 bahasa daerah tersebut.

Menurut data BPS tahun 2015, terdapat sekitar 14 bahasa daerah dengan jumlah penutur lebih dari 1 juta jiwa. Diantaranya bahasa Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Madura, Minangkabau, Betawi, Bugis, Aceh, Bali, Makassar, Sasak, Lampung dan Gorontalo.

Sebagai generasi Milenial di tengah gencarnya pembelajaran bahasa asing di golongan dewasa muda, pelestarian bahasa daerah harus tetap menjadi concern yang penting untuk terus dilakukan. Belum pas rasanya mengenal bahasa asing sebelum mendalami bahasa sendiri. Berikut 5 langkah yang dapat dilakukan Milenial untuk melestarikan bahasa daerah di Indonesia:

  • Membentuk komunitas belajar dan pecinta bahasa daerah
  • Menumbuhkan semangat untuk mau mempelajari bahasa daerah
  • Menciptakan karya, berupa tulisan atau lainnya dengan menggunakan bahasa daerah
  • Membuat video tutorial tentang cara belajar bahasa daerah
  • Menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dalam bahasa sehari-hari

Jika masing-masing kelompok Milneal menerapkan hal serupa, keberagaman bahasa yang ada di Indonesia akan terus terjaga atau bahkan akan ditemukan variasi bahasa lainnya.

Baca artikel khusus kami tentang keunikan linguistik bahasa Madura.

Ragam bahasa yang mewarnai Nusantara ini juga menghasilkan ragam sastra dengan citra laras daerah. Banyak sastrawan Indonesia yang menggunakan laras bahasa daerah dalam tuntunan bahasa pada karya sastranya. Warna lokal (local colour) tersebut dikarenakan beberapa bahasa daerah yang sukar untuk menemukan padanan yang sesuai dalam bahasa Indonesia. Sama halnya dengan terjemahan bahasa asing dalam bahasa Indonesia yang terkadang membutuhkan research yang mendalam untuk menemukan padanan yang sesuai. Itu mengapa penerjemah professional dibutuhkan untuk menjaga keutuhan karya tersebut. Namun, dengan perkembanagan bahasa Indonesia dilihat dari ribuan kosakata baru yang diterbitkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, memungkinkan bahasa daerah dapat menemukan keselarasannya. Terlebih Bahasa Indonesia tidak hanya dalam kotak bahasa Melayu, melainkan juga telah beradaptasi dengan beberapa kata serapan dari berbagai bahasa lain.

Mempelajari bahasa daerah tidak membuat kita asing di lingkup sosial. Berbagai manfaat yang dapat kita peroleh jika belajar atau mengajarkan bahasa daerah sejak dini. Hal itu tidak hanya berguna sebagai keterampilan tambahan dalam pribadi masing-masing, tetapi sedikit banyak juga berdampak pada negara. MAnfaat mempelajari bahasa daerah adalah untuk menjaga karakter bangsa, menjaga kelestarihan bahasa daerah agar tidak punah, sarana mengakrabkan diri di tengah budaya masyarakat yang berbeda, dan tentunya juga berperan besar dalam menarik wisatawan asing. Masih banyak manfaat lain yang Anda dapatkan dari belajar bahasa daerah. Bukankah ini sudah alasan ayng cukup untuk Anda mulai mempelajari dna melestarikan bahasa daerah? Baca artikel menarik lainnya disini.

Kenali bahasa, kenali dunia!

Salam baca Brainy!