Perbedaan antara terjemahan lisan dan tulisan
Orang sering tidak mengenali perbedaan antara terjemahan tertulis dan lisan, dan itu penting, walaupun kedua proses tersebut bergantung pada penerjemahan teks dari satu bahasa ke bahasa lain. Sebelum menuju pada inti pembahasan, mari kita telaah lebih dalam mengenai bahasa tulis dan bahasa lisan.
Ternyata bahasa tulis dan bahasa lisan memiliki perbedaan dalam beberapa hal. Perbedaan tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap proses penerjemahan, khususnya dalam pembuatan subtitel — suatu bentuk penerjemahan yang kini semakin umum digunakan untuk menyampaikan ucapan pembicara kepada penonton yang menggunakan bahasa berbeda maupun penyandang tuna rungu.
Bahasa Lisan dan Bahasa Tulis
Ada perbedaan utama antara bahasa tulis dan lisan. Yakni bahasa tulis biasanya cenderung lebih formal dan kompleks daripada bahasa lisan sendiri. Berikut adalah perbedaannya :
- Bahasa tulis bersifat permanen dan sulit diubah setelah dipublikasikan, sedangkan ucapan dapat diperbaiki jika tidak direkam.
- Bahasa lisan cenderung spontan, sering mengandung pengulangan atau kalimat tidak lengkap, sementara tulisan lebih terstruktur dan rapi.
- Tanda baca diperlukan dalam tulisan untuk memperjelas makna, sedangkan dalam ucapan digantikan oleh intonasi dan ekspresi suara.
- Tulisan melampaui ruang dan waktu, sementara ujaran bersifat langsung dan terbatas pada situasi tertentu.
- Penulis jarang menerima umpan balik langsung, berbeda dengan pembicara yang bisa segera menyesuaikan responsnya.
- Gaya bahasa tulisan dan lisan berbeda; bahasa lisan lebih informal dan sering memakai bahasa gaul.
- Bahasa lisan menuntut keterampilan berbicara dan mendengarkan, sedangkan bahasa tulis menekankan kemampuan menulis dan membaca.
- Nada dan intonasi memperkuat makna dalam lisan, sedangkan tulisan mengandalkan pilihan kata dan tanda baca.
Perbedaan inilah yang kemudian menjadi dasar penting dalam memahami perbedaan terjemahan lisan dan tulisan, karena setiap bentuk bahasa menuntut strategi penerjemahan yang berbeda pula. Dalam konteks terjemahan tulisan, seorang translator harus mampu menyesuaikan gaya, nada, dan struktur kalimat agar tetap terasa alami bagi pembaca bahasa target.
Penerjemah Lisan dan Penerjemah Tulisan

Berbeda hal nya dari sisi penerjemah. Orang sering tidak mengenali perbedaan terjemahan lisan dan tulisan, padahal hal ini sangat penting untuk dipahami. Keduanya sama-sama berfokus pada pengalihan makna dari satu bahasa ke bahasa lain, namun metode, tantangan, dan keterampilannya berbeda secara signifikan. Sebelum menuju pada inti pembahasan, mari kita telaah lebih dalam mengenai bahasa tulis dan bahasa lisan.
Ternyata bahasa tulis dan bahasa lisan memiliki perbedaan dalam beberapa hal. Perbedaan tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap proses penerjemahan, khususnya dalam pembuatan subtitel — suatu bentuk penerjemahan yang kini semakin umum digunakan untuk menyampaikan ucapan pembicara kepada penonton yang menggunakan bahasa berbeda maupun penyandang tuna rungu. Dengan memahami perbedaan terjemahan lisan dan tulisan, kita dapat lebih menghargai proses dan tantangan di balik pekerjaan seorang penerjemah profesional.
Empat perbedaan utama
1. Waktu penerjemahan
Terjemahan lisan (menafsirkan) berlangsung secara teratur- selama percakapan, pidato atau diskusi. Kami dapat menerjemahkan secara pribadi, tetapi juga melalui telepon, televisi atau video. Terjemahan tertulis biasanya terjadi beberapa saat setelah pembentukan teks. Akibatnya, penerjemah memiliki waktu untuk terbiasa dengan berbagai bahan bermanfaat (seperti kamus, glosarium), ia memiliki waktu untuk berkonsultasi dengan para ahli dan teks yang bebas kesalahan (Dokumen, halaman web, atau file bantuan).
2. Tingkat akurasi
terjemahan tertulis membutuhkan tingkat akurasi yang berbeda. Meskipun penerjemah berusaha menjadi yang paling teliti, sangat sulit ketika mengerjakan live dan kadang-kadang mereka menghilangkan detail pidato. Ini adalah cerita yang berbeda dalam hal penerjemah tertulis. Sebelum menyerahkan teks, mereka punya waktu untuk memeriksa setiap kata. Itu memungkinkan mereka untuk dengan setia menyajikan konten asli.
penerjemah tertulis profesional
3. Kefasihan dan arah terjemahan
Penerjemah harus mengetahui sumber dan bahasa target dengan cukup lancar untuk menjelaskan tentang siaran langsung di kedua arah tanpa menggunakan bahan referensi. Penerjemah adalah orang-orang dengan kualifikasi luar biasa, dan pekerjaan mereka sangat menuntut. Untuk alasan ini, mereka bekerja berpasangan dan harus bertukar setiap 20 menit untuk menghindari kelelahan. Biasanya, penerjemah tertulis profesional hanya menerjemahkan pada satu bahasa – bahasa asli. Karena alasan ini ia tidak perlu mengetahui bahasa sumbernya selancar juru bahasa. Namun, ia harus sepenuhnya memahaminya dan mengenal budaya negara dengan norma-norma linguistik. Pengetahuan seperti itu dapat menjamin kualitas terjemahan yang sangat baik.
4. Perbedaan Lingual dan Gaya
Penerjemah dalam melakukan terjemahan lisan dan tulisan harus menyadari perlunya membuat metafora, analogi dan idiom dalam bahasa target, yang akan sepenuhnya dipahami oleh penerima dan disesuaikan dengan bahasa target. Penerjemah juga harus memperhatikan nada, modulasi dan kualitas suara, dan banyak aspek lain dari bahasa lisan yang akan dikirim ke penerima dengan cara yang tepat. Keterampilan yang harus dikuasai oleh penerjemah dan juru bahasa berbeda, tetapi mereka berdua berbagi pengetahuan dengan mereka yang tanpa mereka tidak akan dapat memahami informasi yang diberikan.
Mengapa Memilih Penerjemah Profesional Itu Penting?
Baik dalam konteks lisan maupun tulisan, penerjemahan bukan hanya soal mengganti kata, tetapi juga memahami pesan, budaya, dan maksud komunikatif. Kesalahan kecil dalam penerjemahan dapat berdampak besar — mulai dari salah paham dalam negosiasi bisnis, kesalahan hukum dalam kontrak, hingga kerugian reputasi perusahaan.
Karena itu, memahami perbedaan terjemahan lisan dan tulisan membantu Anda memilih layanan yang tepat sesuai kebutuhan. Untuk acara konferensi internasional, tentu Anda memerlukan interpreter profesional. Sedangkan untuk dokumen hukum, laporan bisnis, atau materi akademik, Anda membutuhkan translator yang ahli dalam terjemahan tulisan agar hasilnya presisi dan profesional.
Penerjemah profesional akan memastikan:
- Pesan tersampaikan dengan makna yang akurat dan alami.
- Bahasa yang digunakan tepat sasaran dan sesuai konteks audiens.
- Hasil kerja tepat waktu dan terjamin kerahasiaannya.
Kapan Menggunakan Jasa Terjemahan Lisan dan Jasa Terjemahan Tulisan?

Dalam dunia profesional, kebutuhan penerjemahan bisa sangat beragam tergantung pada konteks dan tujuan komunikasi. Agar tidak salah memilih layanan, berikut penjelasan singkat mengenai jasa terjemahan lisan dan jasa terjemahan tulisan, serta kapan masing-masing dibutuhkan.
1. Jasa Terjemahan Lisan
Jasa terjemahan lisan (interpreter service) dibutuhkan ketika komunikasi harus terjadi secara langsung dan real-time. Layanan ini biasanya digunakan dalam:
- Konferensi internasional, seminar, atau pelatihan lintas negara.
- Pertemuan bisnis, negosiasi, dan wawancara antarperusahaan asing.
- Acara resmi seperti kunjungan delegasi, rapat diplomatik, atau kegiatan kenegaraan.
- Kegiatan daring seperti webinar atau meeting Zoom lintas bahasa.
Dalam situasi seperti ini, kecepatan berpikir, kefasihan berbicara, dan pemahaman konteks sangat menentukan. Interpreter profesional tidak hanya menerjemahkan kata per kata, tetapi juga menangkap maksud, emosi, dan nuansa pembicara agar pesan tersampaikan dengan jelas dan alami.
2. Jasa Terjemahan Tulisan
Sementara itu, jasa terjemahan tulisan (translation service) berfokus pada pengalihan teks dari satu bahasa ke bahasa lain secara akurat dan terstruktur. Layanan ini digunakan untuk:
- Dokumen hukum, kontrak, dan perjanjian bisnis.
- Artikel, laporan penelitian, atau karya akademik.
- Brosur, website perusahaan, dan materi pemasaran.
- Dokumen teknis seperti manual, panduan, dan laporan proyek.
Dalam terjemahan tulisan, penerjemah memiliki waktu lebih untuk meneliti istilah, menyesuaikan gaya bahasa, dan memeriksa kembali hasil terjemahan agar sempurna secara linguistik maupun konteks. Hasilnya bersifat permanen, sehingga akurasi dan ketelitian sangat diutamakan.
Kesimpulan
Terjemahan lisan dan tulisan merupakan dua bidang berbeda yang sama-sama menuntut keterampilan bahasa tingkat tinggi. Translator bekerja dengan ketelitian dan riset mendalam untuk menghasilkan teks yang akurat dan natural, sementara interpreter mengandalkan kecepatan berpikir, kefasihan berbicara, dan daya tangkap yang tajam untuk memastikan komunikasi berjalan lancar secara langsung.
Keduanya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarbangsa, memperluas peluang bisnis, dan memperkaya pemahaman lintas budaya.
Jika Anda membutuhkan jasa terjemahan berkualitas — baik dalam bentuk dokumen tertulis maupun layanan interpreter profesional — pastikan Anda mempercayakannya kepada penerjemah berpengalaman yang memahami konteks, bahasa, dan budaya dengan baik.
Hubungi Brainy Translation sebagai penerjemah profesional sekarang juga dan temukan bagaimana kualitas terjemahan profesional dapat meningkatkan kredibilitas dan efektivitas komunikasi Anda. Sampaikan kebutuhan penerjemahan Anda melalui WhatsApp di +62 813-5935-8604 atau email ke brainytranslation@gmail.com. Pastikan pesan Anda tersampaikan dengan tepat, jelas, dan berkelas — dalam bahasa apa pun dan di mana pun Anda berada!