085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Penerjemah layaknya “kurir sastra”,

Menurut Puhskin, sastrawan ternama Rusia.

Kutipan itu merupakan gambaran singkat bagaimana jalan sunyi yang diusahakan para penerjemah untuk membumikan sastra dan bahkan menduniakan sebuah karya sastra. Bagaimana tidak, banyak dari kita dapat memahami karya sastra hebat di dunia dibantu oleh hasil terjemahan. Dan dengan penerjemah, karya sastra negeri ini pun menjadi konsumsi lezat masyarakat dunia.  Apresiasi tertinggi untuk para penerjemah ini tersalurkan melalui pujian yang disampaikan oleh José Saramago, pemenang Hadiah Nobel Sastra tahun 1998 asal Portugal ; “para pengarang hanya menulis karya sastra dalam bahasa ibunya, tetapi sesungguhnya sastra dunia adalah ciptaan para penerjemah.”

Hal yang tidak bisa dihindarkan bahwa pasti akan ada hal yang hilang dari sumber aslinya untuk sebuah karya terjemahan. Hal ini selaras bahwa tidak dapat dipungkiri keterbatasan penutur bahasa yang menimbulkan berbagai keluhan atas hasil terjemahan, membuktikan bahwa penerjemah adalah pekerjaan yang cukup sulit.

Terjemahan bukan hanya perkara ilmu, ini adalah sebuah karya seni.

Menerjemahkan suatu karya, bukan berarti mengartikan sebuah karya secara harfiah karena perbedaan bahasa asli dengan tujuan secara tidak langsung menuntut adanya perubahan agar mudah diterima. Kesetiaan terjemahan sejatinya adalah kesetiaan makna.

Selain bahasa, penerjemah harus menerjemahkan muatan budaya yang ada di dalamnya. Hal ini semakin menyiksa, untuk sebuah karya sastra berupa puisi. Satu hal penting lain yang harus diperhatikan adalah bagaimana menerjemahkan sebuah puisi yang dapat diterima oleh masyarakat target tanpa mengkhianati muatan budaya yang jauh berbeda maupun keindahan tata bahasanya.

Puisi sebuah karya sastra yang cukup mencolok berbeda dibanding sastra lainnya. Karena dalam puisi, keindahan dan ekspresi menjadi dua hal utama yang mengesampingkan kaidah umum tata bahasa. Ciri khas ritme, irama, dan emosional yang kental dalam sebuah karya puisi harus dapat tersalurkan dengan baik oleh penerjemah ke dalam bahasa target. Dua kunci utama menerjemahkan sebuah puisi adalah analisis terhadap perbandingan makna dan analisis perbandingan nilai-nilai ekspresifnya. Dan pekerjaan ini biasanya akan memakan waktu lebih lama dibanding tercipta karya aslinya.

Pada dasarnya, kita perlu berbangga hati bahwa ada banyak sastrawan Indonesia yang berhasil menjadi penerjemah yang dapat mengambil manfaat dari karya sastra dunia. Sebut saja salah satunya, Pramoedya Ananta Toer yang berhasil menerbitkan terjemahan novel Maxim Gorky, Leo Tolstoy, Mikhail Sholkov, dan John Steinbeck sebelum akhirnya melahirkan karya tetralogi berjudul Bumi Manusia yang disebut-sebut merupakan salah satu novel serial paling berhasil dalam khazanah sastra poskolonial. Terlebih lagi, Pramoedya adalah penulis Indonesia yang karyanya paling banyak diterjemahkan ke bahasa lain. Hampir semua bukunya diterjemahkan ke bahasa asing, bahkan ada karya nya yang diterjemahkan dalam 40 bahasa.

Chairil Anwar, penyair legendaris yang juga dikenal sebagai penerjemah sejumlah puisi, cerpen dan novel karya para sastrawan terkemuka di dunia. Untuk generasi selanjutnya mungkin Anda mengenal cukup baik para sastrawan Indonesia yang juga baik dalam penerjemahan, Sapardi Djoko Damono, landung Simatupang, Arif Bagus Prasetyo, dan Eka Kurniawan.

jasa penerjemah bahasa inggris

Bagaimanapun adanya, bahasa adalah hal yang sangat menarik dan tidak akan ada habisnya.

Menerjemahkan sebuah karya membutuhkan pendekatan khusus yang sangat mendetail pada setiap aspek agar rasa dan makna dapat tersalurkan dengan baik kepada bahasa target. Untuk itu, memilih penerjemah juga bukan hal yang sembarangan. Bersama Brainytranslation.id, bahasa sasaran akan tepat diartikan menuju bahasa target dengan bantuan para penerjemah profesional.

Salam baca Brainy !