085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Hal mendasar yang sering muncul ketika membahas “bahasa”, saat muncul pertanyaan, ada berapa banyak bahasa yang digunakan di seluruh dunia? Ya, saya juga tidak tahu pasti jumlahnya. Ditambah lagi, apabila bahasa daerah juga diikut sertakan. Seperti yang kita ketahui, British dan American, dua dialek dalam bahasa Inggris yang serupa tapi tak sama. Lantas bagaimana dengan bahasa di negara-negara lain? Bagaimana dengan bahasa daerahnya? Bagaimana dengan dialeknya?

Anda dapat menjelajahi peta dunia sambil menggali informasi tentang bahasa apa saja yang digunakan di suatu daerah menggunakan Langscape. Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi  Language Science Center University of Maryland dengan beberapa mitranya. Langscape diklaim memiliki database yang berisikan sekitar 6.400 bahasa yang digunakan di seluruh dunia. Menariknya lagi, Langscape memberikan informasi yang cukup mendetail pada tiap-tiap bahasa, lengkap dengan referensi dialek, contoh kata/frasa yang digunakan, dan rekaman percakapan di setiap bahasa yang ada meskipun tidak semua lengkap akan hal itu.

Sama halnya dengan Langscape, Indonesia sendiri melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) telah memetakan bahasa dengan adanya peta bahasa. Kita bisa mengetahui bahasa yang digunakan di tiap daerah di Indonesia. Kedua teknologi tersebut kembali membuka mata kita, bahwa keberagaman budaya nyata adanya.

Tantangan yang Dihadapi

Di era globalisasi dengan tingkat mobilitas dan komunikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dunia sering disebut sebagai “desa global”. Tetapi metafora ini berimplikasi pada bagaimana kita memahami tempat geografis di sekitar kita.

Jelas ada makna emosional yang terkait dengan konsep tempat. Ekspresi seperti “kamu ingin datang ke tempatku?” mengacu pada tempat sebagai ruang yang kita miliki. Saat sedang merujuk pada seseorang yang merasa “tidak pada tempatnya”, biasanya mengacu pada kurangnya kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri.

Tapi tempat juga memiliki makna nasional. Ideologi nasional kita diperkuat setiap hari oleh pengingat dan sinyal kecil, seperti saat kita diingatkan tentang lokasi geografis kita melalui peta di ramalan cuaca atau saat komentator sepak bola menyebut “kami” saat mengomentari tim tuan rumah.

Karena inilah hubungan cenderung dibuat antara negara dan bahasa mereka. Pada tahun 1794, selama revolusi Prancis, Bertrand Barère, seorang anggota terkemuka Konvensi Nasional mengatakan bahwa: “Untuk orang yang merdeka, bahasanya harus satu dan sama untuk semua.” Pesan serupa ditemukan dalam surat tahun 1919 oleh presiden Amerika, Theodore Roosevelt, yang mengatakan: “Kami memiliki ruang , akan tetapi satu bahasa di sini, dan itu adalah bahasa Inggris.”

Satu bangsa, satu bahasa

Kutipan di atas menandai bahwa bahasa membatasi daerah. Hasil penelitian yang melibatkan 15 mahasiswa dari latar belakang linguistik yang kuat dan saling berbeda menunjukkan hal yang sebaliknya. Hampir semua dari mereka setuju bahwa di zaman dengan tingkat mobilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahasa dan dialek apa pun dapat diucapkan di mana saja di seluruh dunia. Mereka jarang mengakui repertoar multibahasa orang-orang yang tinggal di tempat-tempat itu. Misalnya, jika Anda tinggal di Yorkshire, itu tidak berarti bahwa Anda adalah penutur asli bahasa Inggris Yorkshire. Mungkin saja Anda dibesarkan di daerah lain, atau Anda telah mengikuti kelas bahasa inggris sebagai bahasa kedua, atau Anda hidup di belahan bumi lain sebelum Anda menempati Yorkshire. Mereka menghancurkan asumsi tradisional bahwa dialek atau ragam bahasa tertentu terikat dengan tempat tertentu.

Dengan berangkat dari pandangan tradisional yang mengunci bahasa atau dialek di tempat tertentu, kita dapat mulai memberlakukan keberagaman linguistik sebagai norma, bukan pengecualian. Melakukan hal itu memupuk keramahan dan penerimaan akan perbedaan daripada permusuhan dan ketakutan akan keberagaman. Dengan berasumsi bahwa tidak ada cara berbicara yang “normal”, kita menjadi lebih ramah, menerima dan terbuka untuk belajar dan berbagi tempat kita di desa global. Baca artikel menarik lainnya disini !

Salam baca Brainy !