085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Akankah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) mampu menggantikan Penerjemah?

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan cabang ilmu komputer yang memberi penekanan pada kemampuan berpikir dan bertindak layaknya manusia. Tindakan manusia seperti belajar, merencanakan, mengambil keputusan, maupun mengenal bahasa bisa dilakukan dengan AI. Ada tiga ringkasan inti AI menurut Forbes, yaitu AI yang menerapkan deep-learning, AI kedua menerapkan sistem yang mengutamakan ketangkasan dan kepiawaian otak, dan AI yang memakai Natural Language Processing (NLP) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia. Jenis ketiga itulah yang berkaitan dengan profesi penerjemah.

Di bidang Penerjemahan terdapat banyak mesin kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan, salah satunya yang umum adalah Google Translate. Beberapa tahun lalu, Google Translate mungkin tidak bisa diandalkan. Namun saat ini, Google Translate yang awalnya menggunakan Machine Translation (MT) beralih menggunakan Neural Machine Translation (NMT) sehingga mampu menerjemahkan satu kalimat dengan hasil yang lebih natural dan manusiawi.

Sistem NMT pada Google Translate disebut GNMT yang mana kinerja pada sistem ini memungkinkan sebuah sistem tunggal untuk menerjemahkan beberapa bahasa. Untuk menerjemahkan bahasa Indonesia dalam bahasa Inggris dan Jepang misalnya, GNMT akan bekerja menggunakan tiga mesin atau engine yang berbeda yaitu : (1) Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, (2) Bahasa Korea ke Bahasa Inggris, (3) Bahasa Indonesia ke Bahasa Korea. Dengan cara kerja demikian, GNMT mengolah data untuk proses (3) dengan menggunakan informasi yang sebelumnya sudah tersimpan dalam proses (1) dan (2).

Hasil statistik menginformasikan bahwa sekitar 46% konsumen nampak lebih cenderung membeli produk atau memesan suatu layanan ketika diiklankan menggunakan bahasa lokal mereka. Dengan begitu, jelas bahwa penerjemahan konten menjadi sorotan utama agar dapat menembus pasar global. Tapi apakah cukup dengan kemampuan AI permintaan tersebut terpenuhi? Walaupun, perkembangan Google Translate saat ini sudah didukung NMT hal itu tidak bisa dijadikan jaminan seutuhnya.

Mesin AI bisa saja memiliki kosakata yang lebih luas dibanding manusia, karena secara langsung terhubung dengan internet. Apabila takaran seorang penerjemah diukur hanya dari luasnya pengetahuan akan kosakata, maka mesin AI merupakan penerjemah terbaik. Sayangnya, penerjemahan bukan hanya sekedar tentang susunan kosa kata. Ada konteks, gaya, nada, suasana, emosi, dan pesan yang tersirat dalam sebuah tulisan. Itu mengapa peran manusia sangatlah penting. Penerjemah akan menerjemahkan sebuah tulisan tidak hanya dari unsur tatanan kosa kata, mereka mencari informasi lebih dalam tentang semua lingkungan yang mendukung tulisan itu agar hasil terjemahan masih terasa sama dengan bahasa target. Jadi tentang akankah AI dapat menggantikan Penerjemah, hal itu sangat bisa didebatkan.

Meski demikian, Anda juga perlu bijak menentukan jasa penerjemahan. Brainytranslation, jasa penerjemah yang dapat Anda percaya baik dari segi bahasa, keakuratan, maupun layanannya.

Salam baca Brainy !