Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/brainytr/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/functions.php on line 5917
Ambiguitas dalam Bahasa - Brainy Translation
085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Berbicara tentang bahasa, akan selalu menemukan hal menarik untuk dibahas lebih lanjut. Satu diantaranya adalah ambiguitas dalam bahasa. Beberapa menilai bahwa ambiguitas dalam bahasa adalah sebuah berkah, sementara yang lain menganggap ini sebagai kutukan. Ya, meskipun tidak semenyeramkan demikian.

Sama dengan banyak hal, ambiguitas akan sangat menarik jika digunakan dalam konteks yang tepat, fiksi contohnya. Namun tak jarang kita temukan ambiguitas diluar konteks yang menimbulkan salah kaprah dimasyarakat. Seperti yang ada dalam sebuah tautan berita yang menampilkan judul “Bupati Minta Dikelola Maksimal 92 Desa Penerima BKK 2021”.  Apa yang Anda pikirkan dari judul itu? Berbagai pertanyaan mulai muncul; apakah Bupati dikelola? Bagaimana caranya mengelola Bupati? Ambiguitas demikian kerap kali kita temukan baik di judul maupun isi dalam berita yang seharusnya sebuah berita dituliskan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak menimbulkan banyak tafsir.

Menurut KBBI, Ambiguitas adalah 1 sifat atau hal yang berarti dua: kemungkinan yang mempunyai dua pengertian, 2 ketidaktentuan atau ketidakjelasan, 3 kemungkinan adanya makna yang lebih dari satu atas suatu karya sastra, atau 4 kemungkinan adanya makna lebih dari satu di sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat. Berasal dari kata bahasa inggris ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti, ambiguitas juga dapat disebut dengan ketaksaan. Ambiguitas dalam komunikasi dapat terjadi baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Namun, yang paling sering dan sulit dipahami adalah ambiguitas dalam komunikasi lisan.

Ambiguitas dibagi menjadi tiga bentuk utama yang berhubungan dengan fonetik, gramatikal, dan leksikal. Ambiguitas fonetik terjadi ketika adanya persamaan bunyi kata saat diucapkan terlalu cepat. Hal itu muncul akibat berbaurnya bunyi-bunyi bahasa yang dilafalkan. Seperti misalnya menyebutkan beruang, kata itu dapat diartikan mempunyai banyak uang atau tergolong nama binatang. Selanjutnya yaitu ambiguitas pada tingkat leksikal yang menyebabkan makna suatu kata dapat saja berbeda tergantung pada konteks kalimatnya. Misalnya dalam kalimat Ia menginginkan hak. Kata hak mempunyai berbagai makna, dapat berarti kewenangan, telapak sepatu pada bagian tumit yang relatif tinggi, alat untuk merenda yang terbuat dari logam, atau logam berkait untuk mengancingkan pinggang celana atau baju perempuan. Lantas hak yang mana yang dimaksud dalam kalimat di atas? Untuk mengatasi ambiguitas sementara demikian dapat menambahkan kata-kata tambahan yang memperjelas, misalnya tambahan kata atas tanah nenek moyang. Maka, hak yang dimaksudkan dalam kalimat awal adalah kewenangan.

Sementara ambiguitas gramatikal terjadi pada tataran morfologis dan sintaksis yang disebabkan oleh bentuk struktur kalimat yang dipakai. Misalnya dalam frasa lampu hijau yang dapat berarti disetujui atau diijinkan dan dalam makna lain dapat berarti lampu berwarna hijau.

Contoh ambiguitas dalam bahasa dapat banyak Anda temukan dalam berbagai gaya bahasa terutama kiasan seperti metafora, metonim, alegori, homonim, homofon, homograf, dan paradoks. Itu hanya beberapa dari figur bahasa atau kiasan yang memberikan konsep berguna untuk memahami ambiguitas dalam bahasa. Figur bahasa (kiasan) demikian akan banyak ditemukan dalam sebuah karya sastra. Ambiguitas bahasa dalam sebuah karya sastra pada umumnya akan menampilkan sisi kreatif penulis untuk menggambarkan maksud yang diinginkan sehingga menghasilkan banyak tafsir pembaca yang membuatnya semakin menarik. Tapi, gaya bahasa demikian tidak sesuai jika digunakan dalam teks pelaporan. Sebagai pengguna bahasa sudah seharusnya kita memahami betul bahasa yang digunakan dan bagaimana seharusnya bahasa itu digunakan.

Ambiguitas dalam bahasa juga merupakan tantangan terbesar yang mungkin akan dihadapi oleh penerjemah. Memahami kiasan dalam bahasa lain tentu membutuhkan pemahaman lebih selain keterampilan bahasa karena bagaimanapun bahasa bergerak, dinamis dan mengikuti perkembangan. Bahasa juga erat kaitannya dengan budaya yang menyertainya. Untuk itu, bijaklah dalam menentukan penerjemah. Brainy Translation hadir membantu Anda bersama para penerjemah profesional.

Kenali bahasa, kenali dunia.

Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca Brainy!