Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/brainytr/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/functions.php on line 5917
Mengulas Bias Gender dalam Bahasa dan Bahasa Perempuan Masa Kini - Brainy Translation
085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Bahasa adalah alat komunikasai yang digunakan oleh manusia berupa lambang bunyi atau ujaran yang arbitrer. Tiga fungsi utama bahasa adalah; sebagai alat komunikasi, wujud pemikiran seseorang, dan citra kepribadian. Tak jarang bahasa dikaitkan dengan perbedaan gender yang ada di tengah masyarakat. Bahasa perempuan tidaklah sama dengan bahasa yang digunakan pria, benarkah demikian?

“Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri”
― Pramoedya Ananta Toer

Jika dilihat dari aturan bahasa untuk beberapa negara, terdapat aturan khusus yang membedakan bahasa perempuan dan pria. Di Jepang, perempuan menggunakan tambahan akhiran ne di setaip kalimatnya, serta penggunaan bentuk watasi atau atasi untuk perempuan. Sementar pada pria menggunakan bentuk wasi atau ore. Di Koasati, bahasa Muskogean, laki-laki akan menggunakan tambahan s untuk pilihan katanya seperti lakawos, sedang perempuan akan menggunakan akhiran l sehingga terbentuk kata lakawol. Di samping itu, Inggris juga membuat perbedaan kata berdasarkan gender seperti actor-actress, waiter-waitress, mr-mrs, bachelor-spinter, dan masih banyak lainnya. Perbedaan ini dibuat karena kesadaran masyarakat akan peran yang dipegang masing-masing antara perempuan dan pria. Namun, lebih dari itu, bahasa yang digunakan atau diucapkan perempuan dan wanita memanglah berbeda.

Beberapa premis dasar yang muncul di tengah masyarakat yang menyepakati perbedaan bahasa antara perempuan dan prian, adalah:

  1. Bahasa lebih banyak digunakan oleh perempuan karena perempuan lebih suka berbicara
  2. Keterampilan verbal perempuan lebih unggul dibanding pria.
  3. Bahasa pria lebih kompetitif dan memiliki kepentingan umum, sedang bahasa perempuan lebih kooperatif.

Negara Jerman, Perancis, Inggris, Amerika, dan Jepang sudah cukup lama concern dengan topik tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Robin Tolmach Lakoff yang dijelaskan dalam bukunya Language and Women’s Place tahun 1975 menjelaskan bagaimana perbedaan bahasa perempuan dan pria yang nampak begitu jelas. Pria cenderung menggunakan bahasa yang tegas, terang-terangan, dan matang. Sedang, perempuan lebih memilih untuk menggunakan bahasa yang penuh kiasan, halus, sedikit pemalu, tertutup, dan cukup berhati-hati. Perbedaan di antara keduanya terletak pada sikap dan cara berbicara. Perempuan menggunakan pola kata yang berbeda dengan pria. Sering kali, perempuan menahan diri dalam cara bagaimana mereka berbicara dan topik yang dipilih umumnya seputar sosial terkait kesehatan dan keluarga. Berbeda dengan pria yang akan berbicara secara terbuka dan lebih suka membahas perihal berita, ekonomi, atau dunia olahraga. Perempuan lebih suka mengajukan pertanyaan yang ditujukan agar mencapai maksudnya dan menghindari konflik dalam pembicaraan. Diksi yang dipilih perempuan juga seringkali menggunakan kata sifat. Hal itu nampaknya dipengaruhi oleh komposisi otak dimana pusat berbicara pada otak antara perempuan dan pria memiliki struktur yang berbeda.

Beberapa ahli berpendapat bahwa perbedaan itu juga dipengaruhi oleh tumbuh kembang anak. Anak perempuan akan tumbuh yang masa kecilnya lebih suka berbicara dan membaca, sedang anak laki-laki yang lebih memilih bermain dengan benda-benda teknis sehingga kegiatan sehari-hari tersebut dapat mempengaruhi otak membentuk bahasa.

Bahasa Perempuan Masa Kini

Perkembangan zaman sedikit banyak telah mempengaruhi perkembangan bahasa, terutama bahasa pada perempuan. Perempuan yang terkesan menggunakan bahasa sedikit pemalu, tertutup, dan cukup berhati-hati kini mulai terlihat perbedaannya. Bahasa perempuan masa kini jauh lebih cerdas, terbuka, dan mandiri. Tak jarang kita temukan di rubik majalah, sosial media, dan beberapa acara TV, wanita berani untuk mengambil alih berbicara secara lugas untuk berbagai topik yang diminati. Pria dan perempuan menempati posisi sejajar bukan hal yang tabu lagi termasuk dalam  hal bahasa. Tentunya, kepercayaan diri yang membara dalam diri perempuan juga dibentengi dengan pengetahuan dan tanggung jawab yang juga besar.

Banyak faktor lain yang dapat Anda temukan mengapa bahasa perempuan dan pria berbeda dan bagaimana bahasa itu digunakan saat ini. Baik perempuan pun pria, keduanya akan menyepakati hal yang sama bahwa mempelajari bahasa akan membuka dunia lebih luas. Kenali dan kuasai bahasa ibu Anda sendiri terlebih dahulu, bagaimana bahasa itu diucapkan dan digunakan, dan kemudian Anda bisa mengembangkan sayap untuk bahasa-bahasa lainnya. Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca Brainy!