Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/brainytr/public_html/wp-content/themes/Divi/includes/builder/functions.php on line 5917
Benarkah Mengubah Bahasa sama dengan Mengubah Kepribadian? - Brainy Translation
085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

“Batasan dalam Bahasaku merupakan Batasan dari Duniaku.”

– Ludwig Wittgenstein

Bahasa hadir hampir di seluruh bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahasa tumbuh dan berkembang mengikuti apa yang juga berubah di sekitar kita. Secara garis besar, bahasa merupakan alat komunikasi, citra pikiran, dan juga kepribadian. Interaksi social yang berlangsung diantara kita merupakan bukti nyata bagaimana bahasa menjadi alat komunikasi yang sangat baik. Itu mengapa mempelajari bahasa dapat meningkatkan kemampuan komunikatif kita. Bahasa juga dapat menjadi tolok ukur penilaian atas intelektualitas seseorang. Apa yang dibicarakan seseorang menggambarkan apa yang sedang ia pikirkan. Sangat mudah melacak bagaimana keterkaitan antar keduanya. Bahasa terbentuk dari olah pikiran atau dengan kata lain bentuk bahasa meniru bentuk pikiran.

Lantas bagaimana bahasa merupakan citra kepribadian?

Kepribadian seseorang ditentukan oleh etika yang diyakininya. Etika berbahasa ini sangat erat kaitannya dengan pemilihan kode bahasa, norma-norma sosial, dan sistem budaya yang berlaku dalam satu masyarakat. Gaya berbahasa yang digunakan oleh seorang ekstrovert akan nampak jauh berbeda dengan gaya bahasa yang digunakan oleh orang introvert. Seseorang yang memiliki kepribadian ekstrovert akan memiliki beragam cara atau olah bahasa untuk menyampaikan apa yang sedang ingin ia ceritakan. Sedang, orang introvert akan mencoba menjelaskan dengan bahasa yang konkret dan ringkas. Sementara itu, bagaimana untuk mereka yang sedang mempelajari bahasa baru, akankah mereka menemukan kepribadian baru dalam dirinya?

Sebuah serial Netflix Jepang yang berjudul Giri / Haji (Duty / Shame) menunjukkan fenomena yang menyepakati hal tersebut. Tokoh utama mengatakan pada ayahnya betapa dia lebih memilih London daripada Tokyo. “Saya lebih menyukai diri saya di sini,” tuturnya. Baginya, tumbuh dengan perasaan seperti orang asing di negara sendiri, kemudian mengunjungi negara lain dengan budaya lain, mereka menjadi orang asing yang merasa mendapat kebebasan dan mengubah cara hidupnya. Pola yang terjadi adalah ketika Anda tinggal di negara lain dan membenamkan diri ke budayanya pun mempelajari bahasanya, Anda dapat menemukan kehidupan baru yang menuntut Anda ke pengalaman baru sehingga membentuk diri Anda dengan cara yang baru.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jeans Marc Dewaele dan Aneta Pavlenko yang melibatkan 1.039 sampel bilingual, menemukan bahwa sekitar 65% dari mereka berbicara layaknya orang lain saat menggunakan bahasa asing. Seorang ilmuwan Amerika juga memiliki kesimpulan yang sama akan hal itu, dia mencoba mempelajari perilaku wanita bilingual (bahasa Spanyol dna bahasa Inggris). Wanita-wanita ini telah akrab dengan kedua bahasa dan budayanya. Dalam prosesnya mereka menjadi lebih percaya diri saat berbicara menggunakan bahasa Spanyol. Seketika mereka mengubah bahasanya menjadi bahasa Inggris, secara tidak sadar tingkat kepercayaan diri mereka menurun dan mereka berubah menjadi lebih pendiam. Kemungkinan perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan norma-norma budaya diantara dua bahasa yang berbeda.

Menurut Psychology Today, perbedaan kepribadian yang nampak dari perbedaan dua bahasa bergantung pada konteks di mana Anda belajar dan menggunakan bahasa tersebut. Artikel tersebut menyatakan, “Konteks dan domain yang berbeda memicu kesan, sikap, dan perilaku yang berbeda. Apa yang dianggap sebagai perubahan kepribadian karena perubahan bahasa, mungkin hanya sedikit kaitannya dengan bahasa itu sendiri.” Tentu saja, kondisi lingkungan mengambil porsi lebih banyak atas perubahan tersebut. Jika Anda belajar bahasa baru di lingkungan yang mendukung, Anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih positif, pun sebaliknya.

Jadi, dapatkah Anda simpulkan bahwa kepribadian Anda benar-benar berubah?

Dalam artikel lanjutan terbaru di Psychology Today, Francois Grosjean Ph.D. menuliskan, “Sebagai bilingual, kami beradaptasi dengan situasi atau orang yang kami ajak bicara dan mengubah bahasa kami saat kami membutuhkannya, tapi tidak benar-benar mengubah kepribadian kami.”

Bagaimanapun adanya, nyatanya banyak manfaat yang didapatkan dari mempelajari bahasa baru. Terlepas benar atau tidaknya kepribadian Anda akan berubah mengikutinya, yang Anda perlu yakini bahwa memperluas bahasa akan memperluas perspektif Anda. Dan yang terpenting, mempelajari bahasa baru membutuhkan motivasi tinggi dan tingkat kesabaran penuh! Baca artikel menarik lainnya disini.

Salam baca Brainy!