085-755-113-148 brainytranslation@gmail.com

Can versus May

Sering terjadi kesalahpahaman ketika seorang siswa yang dengan polos bertanya “Can I go to the toilet, please?” Dan sang guru dengan lantang mencoba membenarkan “You mean, may I go to the toilet?”. Itu adalah respon yang membingungkan, karena seperti yang kita ketahui bahwa “dapat” memiliki dua arti yang berbeda tergantung pada konteksnya. Itu dapat menggambarkan apa yang dapat Anda lakukan (makna dinamis), tetapi juga dapat menentukan apa yang diizinkan (makna deontik). Sehingga pernyataan bahwa “dapat” hanyalah deskriptif tidak masuk akal. “Can I go to the toilet” itu memiliki dua arti (ambigu), yaitu mempertanyakan kemampuan Anda untuk ke toilet atau bisa berarti “apakah saya diizinkan untuk ke toilet?”

Bahkan kata “may” juga bersifat ambigu dalam pernyataan, tetapi tidak dalam pertanyaan. Coba bandingkan “You may come in now” dengan “It may rain later, judging by those clouds.”

Jadi kesimpulannya adalah ketika meminta izin Anda dapat menggunakan may, tetapi Anda juga bisa menggunakan can.

Well versus Good

Beberapa kali mungkin Anda pernah dikoreksi karena mengatakan “I’m good, thanks” untuk menjawab pertanyaan “How are you?” Ini adalah jenis koreksi yang juga tidak masuk akal. Menurut ahli bahasa, kata kerja “be” (am, is, are, was, were) disebut copular verb. Maka kata kerja itu dapat diikuti oleh adjektif (kata sifat), seperti “It is cold”, “I am tired”. Dan tidak berbeda ketika kita menyebutkan “I’m good.”

Jadi apa yang menjadi permasalahan disini? Ada kata sifat lain “well” yang juga dapat menggambarkan kesejahteraan dan sampai saat ini “well” lebih baik digunakan untuk menggambarkan tujuan itu. Kata sifat ini dikembangkan dari kata keterangan “well” dalam Bahasa Inggris Kuno. Seringkali kita mengkoreksi “I am good” karena mengklaim harus diikuti kata keterangan selanjutnya. Namun sebaliknya, “be” perlu diikuti kata sifat dan “well” bisa berfungsi karena bisa berupa kata keterangan atau kata sifat.   Maka sebenarnya tidak masalah dengan keduanya, “well” atau “good”.

You and Me

Ini adalah contoh yang sering dibahas berulang-ulang dan itu tidak masuk akal, karena banyak orang mengatakan “you and me” atau “me and you” setiap kali mereka menggabungkan kedua kata sederhana ini bersamaan.

Tentu saja, ada beberapa logika yang mengatakan bahwa kita harus menggunakan “You and I” sebagai subjek. Anda tidak akan mengatakan “Me like chocolate” dan juga tidak boleh mengatakan “you and me like chocolate”.

Yang tidak masuk akal adalah ketika seseorang dikoreksi karena menggunakan “You and me” di posisi objek atau setelah preposisi “untuk”. Orang-orang mengatakan “for you and I” untuk menghindari “for you and me” tetapi kita tidak akan mengatakan “for I” bukan? Hypercorection ini menunjukkan bahwa perbedaan subjek / non subjek kacau dalam konteks ini.

Semua itu akan lebih rumit ketika Anda menggabungkan dua kepemilikan bersama. Is it mine and John’s book” atau “my and John’s book” , “ John’s and my book” atau bahkan “me and John’s book” ? Mungkin kita hampir pernah mendengar itu semua.

Whom and who

“Whomever wants to help-can”, kata Walter White di Breaking Bad.

Walter White

Memang dulu, Bahasa Inggris adalah bahasa dengan aturan tata bahasa (grammar) yang kaya, seperti Latin, Jerman, Rusia, atau Polandia dimana aturan ketika kata benda digunakan sebagai subjek, objek, objek tidak langsung, dll.

Dan batasan itu masih dimiliki sampat batas tertentu dalam sistem kata ganti dalam Bahasa Inggris dan ada perbedaan subjek/non-subjek dengan who/whom. Saat ini, sebagian besar penutur Bahasa Inggris tidak lagi membuat perbedaan itu dan banyak orang menggunakan who dengan whom.

Menghindari “Pasif”

Perbedaan yang cukup jauh antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang mungkin belum banyak disadari adalah Bahasa inggris terbiasa dengan kalimat aktif dan Bahasa Indonesia terbiasa menggunakan kalimat pasif. Ini adalah hal yang tidak diajarkan di sekolah tapi bisa kita dapatkan di kursus khusus atau kelas pelatihan lainnya.

Itu sebabnya dalam Bahasa Inggris, kita perlu menghindari kalimat pasif. Pasif hanyalah cara untuk membuat pelaku kalimat aktif menjadi subjek dan dalam Bahasa Inggris itu digunakan ketika mereka tidak ingin memberikan penjelasan lebih lanjut.

Misalnya pada kalimat berikut :  “I have been told at many training sessions about good writing in my adult life.” Itu adalah pilihan yang tepat ketika saya (dalam kalimat itu) tidak ingin memberitahukan dengan jelas siapa yang telah memberitahukannya. Pada kalimat pasif menekankan untuk memperjelas informasi itu dengan “I have been told by some people”. Terkadang dalam situasi tertentu kita perlu memperjelasnya, tapi itu adalah opsional.

Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan pasif. Sama halnya dengan tidak ada yang salah ketika menggunakan can or may untuk meminta ijin ke toilet, atau bahkan dalam menggunakan well or good. Kita semua berhak atas preferensi grammar yang kita pahami. Karena Bahasa Inggris memanglah unik. Mempelajari bahasa baru bukan hanya tentang mengganti bahasa satu sama lain, tapi mencari padanan yang sama untuk mengutarakan hal yang kita maksud dengan bahasa baru yang kita pelajari dengan tidak meninggalkan rasa atau penekanan dalam kalimatnya. Temukan artikel menarik lainnya disini !

Salam baca Brainy !

Disadur dari : https://theconversation.com/five-things-people-think-they-know-about-english-grammar-that-make-absolutely-no-sense-132828